Pelukan Hujan di Kota Sepi
Di kota sepi, sunyi merayap pelan,
Menemani langkahku yang sendu dan tertahan.
Hujan turun, membasahi jalan,
Seolah memeluk luka yang tak terucapkan.
Rintik hujan seperti bisikan mesra,
Menyentuh hati yang lama terjaga.
Di bawah payung kelabu, kuhirup aroma,
Kenangan yang datang, mengisi ruang hampa.
Jalan-jalan lengang, berbalut air mata langit,
Menemani langkahku yang berat, yang rumit.
Setiap tetesnya, seakan mengingatkan,
Pada cinta yang hilang, pada janji yang terbang.
Pelukan hujan, dingin namun menghangatkan,
Mengusap pelan luka yang tak tersampaikan.
Di setiap rintiknya, kurasakan harapan,
Walau hanya bayangmu yang bisa kurengkuh dalam angan.
Kota sepi, namun penuh cerita,
Hujan menari, menyusun sajak cinta.
Di bawah langit kelam, kutemukan makna,
Pelukan hujan, menyatukan kita di ruang tanpa suara.
Hujan reda, meninggalkan jejak basah,
Seperti kenangan yang takkan pernah punah.
Kota kembali sunyi, namun hati tak lagi gelisah,
Karena dalam pelukan hujan, kutemukan cinta yang indah.

