Lailatul Qadar dalam Perspektif Imam Abu Hasan Syazili

Lailatul Qadar dalam Perspektif Imam Abu Hasan Syazili
Suasana Ramadhan di Makkah Al-Mukarramah (Sabtu/22 /3/2025)

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan penuh berkah dalam Islam. Malam ini diyakini sebagai malam turunnya Al-Qur'an dan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan taqwa.

Imam Syazili, seorang ulama besar dan sufi terkenal, memiliki pandangan yang mendalam tentang Lailatul Qadar dan maknanya dalam kehidupan spiritual.

Menurut beliau, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh rahmat dan ampunan Allah, dan bahwa malam ini merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki dan memperkuat iman.

Beliau menyebutkan dalam kitabnya, jika awal puasanya hari Sabtu, maka Lailatul Qadarnya di tanggal 23 Ramadhan. Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad, maka Lailatul Qadar terjadi pada malam 29. Jika awal puasanya pada hari Senin, maka Lailatul Qadarnya di malam 21.

Dan jika awal puasa pada hari Selasa, maka Lailatul Qadarnya di tanggal 27. Dan jika awal puasanya hari Rabu, malam Lailatul Qadarnya di tanggal 19.

Dan jika awal puasanya di hari Kamis, malam Lailatul Qadarnya di tanggal 25. Dan jika awal puasanya di hari Jumat, malam Lailatul Qadarnya di tanggal 17.

Beliau menyarankan, siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah SWT dan ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka perbanyaklah membaca Istighfar, Zikir dan Sholawat kepada Rasulullah SAW.

Selain itu, Abu Hasan Syazili juga menyarankan agar memperbanyak sedekah, dan menjaga diri dari perbuatan maksiat, baik itu maksiat dhahir atau batin.

Dengan memahami pandangan Imam Syazili tentang Lailatul Qadar, diharapkan umat Islam lebih memahami makna dan pentingnya malam ini dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, umat Islam dapat lebih memperkuat iman dan taqwa, serta memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.

Oleh Ust. Sayuti Is. S.Sos

Santri Pesantren Babussalam Batu Korong