Desir Air Sungai Membawa Kenangan
Di hening pagi, suara itu terdengar,
Desir air sungai yang tak pernah pudar,
Menyusuri lembah, merayapi setiap liku,
Mengalir tenang, membawa bayang waktu.
Kenangan terselip di antara riak,
Seperti daun-daun yang terbawa arus,
Setiap tetesnya membawa memori,
Tentang hari-hari yang telah berlalu pergi.
Aku melihat wajahmu di setiap kilau,
Bayangan samar yang enggan tenggelam,
Di dalam air yang jernih membiru,
Kusimpan rindu yang tak pernah usai.
Sungai itu berbisik, mengajak bicara,
Tentang senja yang pernah kita bagi,
Tentang tawa dan air mata,
Yang kini tersimpan dalam aliran abadi.
Desir air sungai membawa kenangan,
Menggugah hati yang pernah terlelap,
Dan dalam gemericik yang tak pernah henti,
Ku temukan jejakmu yang masih menanti.

