Rintik Rindu di Jendela Malam
Di balik jendela malam yang sunyi,
Rintik hujan turun perlahan,
Seperti butiran rindu yang jatuh,
Menghantam jiwaku yang merindu.
Setiap tetesan, membawa namamu,
Mengalir di antara bayang-bayang malam,
Mengisi ruang yang dulu penuh canda,
Kini sepi, hanya ada desah angin yang lirih.
Aku duduk di sini, menanti pagi,
Namun rindu ini tak pernah usai,
Bagaikan hujan yang tak henti-hentinya,
Mengiringi malam yang semakin kelam.
Di jendela ini, kulihat bayanganmu,
Tersenyum di balik rintik yang membasahi,
Namun ketika kusentuh, kau menghilang,
Seperti ilusi yang menari di atas embun.
Oh, rindu ini begitu mendalam,
Mengikat hatiku yang rapuh dan rindu,
Setiap rintik hujan adalah pesanmu,
Mengajakku menari dalam kenangan.
Malam ini, kuucapkan selamat tinggal,
Pada rindu yang tak bertepi,
Namun esok, saat hujan kembali turun,
Aku tahu, rindu ini akan datang lagi,
Menyapa di jendela malam yang sama,
Dengan rintik yang membawa namamu.

