Sisa-sisa Senja: Puisi untuk Matahari yang Tenggelam

Sisa-sisa Senja: Puisi untuk Matahari yang Tenggelam

Di ufuk barat, sang senja meredup perlahan,
Warna-warni pelangi tergantung di langit biru,
Sisa-sisa senja mencipta kisah sendu,
Puisi untuk matahari yang kini tenggelam.

Dalam genggaman waktu, langit berubah,
Merona oranye dan merah terhampar lembut,
Matahari bersembunyi di balik cakrawala,
Sisa-sisa senja menari di kegelapan malam.

Gemintang menitikkan air mata di langit,
Menyaksikan perpisahan sang raja siang,
Dalam sepi, kita rasakan kerinduan,
Saat sisa-sisa senja merangkul keheningan.

Angin malam membawa pelukan dingin,
Menyapu jejak-jejak matahari yang pudar,
Namun, dalam hati, terpatri kenangan indah,
Sisa-sisa senja menjadi lukisan di jiwa.

Cahaya meredup, namun tak pernah hilang,
Matahari tenggelam, tapi abadi dalam kenangan,
Puisi ini untukmu, sang purnama malam,
Sisa-sisa senja, pesan damai dalam gelap.