SEMBURAT KABUT PAGI
Kabut pagi menuruni permadani hijau
Semburat menyebar hingga hilang ditelan bumi
Menyambut dengan tersipu datangnya surya
Butiran air di pucuk-pucuk daun menyembur keluar bersama dengan terang menyapa
Ada jaring laba-laba bersinar seperti butiran mutiara
Wajah-wajah menanti harapan saat melangkah membawa bekal di bahu
Menyisakan harapan untuk hari ini dan esok
Ada bocah kecil berlari riang
Tak ada guratan putus asa dan ketakutan akan masa depan
Seperti nyanyian katak saat datangnya hujan
Penuh riang dan suka cita
Ada yang gelisah dengan kalbu
Karena khawatir akan takdirnya
Lantas apa yang akan dilakukannya sekarang atau nanti saja
Atau diam saja menerimanya
Entah masih menjadi enigma
Misteri kehidupan tak mampu terpecahkan sang makhluk
Hanya pasrah dan menanti semesta menuntun
Bukan matematika satu tambah satu sama dengan dua
Namun ada angka-angka lain yang membuatnya tampak nyata
Tak dapat dijelaskan dengan keterbatasan manusia
Rasa syukur dilisan tak kan cukup menggambarkan
Kuasa Pencipta seluruh alam

