Sang Bulan Mengusap Lukaku

Sang Bulan Mengusap Lukaku

Dalam malam yang sunyi sepi,  
Sang bulan hadir, lembut berseri,  
Menyinari hati yang penuh luka,  
Mengusap pedih, meredakan duka.

Bulan purnama, saksi bisu,  
Pada setiap air mata yang mengalir pilu,  
Di balik cahayamu yang tenang,  
Ada kedamaian yang datang perlahan.

Luka di hati yang tersembunyi,  
Kau sentuh lembut, perlahan sembuh,  
Cahaya rembulan menyejukkan jiwa,  
Menghapus jejak-jejak derita yang lama.

Dalam hening malam kau hadir,  
Membawa sinar yang tak pernah pudar,  
Mengusap lukaku dengan kasih,  
Mengubah kesedihan menjadi senyum bersih.

Kau tahu, wahai bulan,  
Betapa pedih yang kurasa,  
Namun dengan cahayamu yang menenangkan,  
Aku temukan kembali rasa bahagia.

Sang bulan, temanku dalam sepi,  
Kau hadirkan harapan di tiap malam,  
Mengusap luka dengan kelembutan hati,  
Membawa cinta yang tak pernah kelam.

Terima kasih, wahai bulan terang,  
Atas sinar yang menghangatkan hati,  
Dalam malam, kau selalu datang,  
Mengusap lukaku hingga sembuh kembali.