Nyanyian Kasih: Puisi untuk Sang Ibu Terindah

Nyanyian Kasih: Puisi untuk Sang Ibu Terindah

Di kala senja memeluk pelukis langit, Terhampar indah di mata sang waktu, Sebuah nyanyian kasih terukir lembut, Untukmu, sang ibu terindah dalam hidupku.

Dalam senyummu, mentari bersinar cerah, Menyinari hati yang kala itu gelap, Kau adalah bintang yang tak pernah pudar, Menuntun langkahku di setiap jalan yang curam.

Pelukan hangatmu, bagai selimut yang lembut, Melindungi dari badai dunia yang kasar, Pada pelukanmu, segala rasa takut sirna, Kau adalah benteng yang tak tergantikan.

Wajahmu bagai lukisan damai, Menyiratkan cerita tentang pengorbanan, Jejak kasihmu terukir dalam hati, Menyala abadi dalam api cinta yang suci.

Kau adalah tukang pelita di malam kelam, Menerangi ruang gelap dalam relung hatiku, Setiap lelah yang kau rasakan, kau sembunyikan, Demi melihat senyum bahagia di wajah anak-anakmu.

Dalam peluh dan air mata yang kau sembunyikan, Terukir kisah perjuangan dan pengorbanan, Engkau adalah pahlawan sejati dalam hidupku, Sang ibu, pemegang kendali dalam gelombang kehidupan.

Hingga nanti senja kembali menjelang, Nyanyian kasih ini tak akan pernah pudar, Seiring waktu bergulir, satu yang pasti, Kasihmu, sang ibu, tetap abadi di dalam hati.