Elegi Petikan Gitar yang Terlupakan
Di senandung malam yang sunyi,
Elegi petikan gitar yang terlupakan.
Senar-senar yang dulu berdenting indah,
Kini berdiam dalam kelam keheningan.
Di sudut hati, melodi punah bergema,
Elegi tercipta untuk petikan yang terlupakan.
Gitar yang dulu mengalun puisi asmara,
Kini hampa, terlupakan dalam angan-angan.
Di senja terlupakan, petikan merayap pilu,
Elegi mengalir dalam sunyi yang terbujur.
Melodi yang dulu memayungi cerita,
Kini terlupakan, di dalam waktu yang berlarut.
Elegi petikan gitar, serasa hujan sepi,
Air mata melodi yang tak terhiraukan.
Puitis dalam luka, terlupakan keharuman,
Gitar yang sunyi, meratap dalam senyap.
Namun, di dalam elegi, ada keindahan tersirat,
Petikan gitar yang terlupakan, bukanlah akhir.
Mungkin suatu saat, melodi itu kan bangkit,
Mengukir kembali puisi indah dalam hati.

