Lukisan Cahaya di Ujung Waktu
Di ujung waktu, lukisan cahaya membentang,
Warna-warna pelangi menyatu dalam satu nyanyian.
Sang surya melukis langit dengan gemintang,
Senja pun datang, mengusap hati yang resah.
Sekilas, lukisan itu terasa seperti khayal,
Namun, setiap goresannya membawa kisah yang nyata.
Dalam sentuhan senja, alam menari dalam pasrah,
Di ujung waktu, magisnya terpancar dalam suasana.
Cahaya merah terurai seperti benang emas,
Menganyam harapan di awal malam yang dingin.
Jejak langit menjadi palet kisah yang terus berjalan,
Lukisan cahaya di ujung waktu, abadi dalam kenangan.
Pada setiap coretan, terdapat perasaan terpendam,
Cerita yang berkisah tentang perjalanan cinta.
Sinar senja memeluk rahasia di ujung waktu,
Mengungkapkan keindahan dalam setiap detiknya.
Begitu banyak warna dalam satu sentuhan,
Dalam lukisan cahaya, kehidupan tersaji begitu tulus.
Di ujung waktu, kita merenung dalam kerinduan,
Melihat lukisan cahaya yang tak pernah pudar.
Biarlah malam membawa pesona senja yang tak terbatas,
Dan di ujung waktu, kita menyaksikan lagi dan lagi.
Lukisan cahaya, kisah kehidupan yang tak pernah mati,
Merona di hati, abadi dalam kenangan yang kian berarti.

