Ketukan Hujan di Atap Hati
Di bawah langit yang kelabu,
Ketukan hujan mengalun lembut,
Menyusuri atap hati yang sunyi,
Mengiringi irama yang terluka.
Setiap tetes menari dengan indah,
Menyampaikan cerita yang terpendam,
Memercikkan rahasia yang tersembunyi,
Di dalam ruang gelap yang hampa.
Tiap detik adalah sebuah puisi,
Ditulis dengan jari-jari air,
Menggambarkan kehidupan yang berjalan,
Dalam segala keterbatasan dan keagungan.
Ketukan hujan mengingatkan akan cinta,
Yang pernah hadir dalam dingin dan panas,
Menjadi saksi setia dalam kesendirian,
Memberi kekuatan dalam kesedihan.
Biarkan hujan menyusuri atap hati,
Menghibur dengan pelukan lembutnya,
Sebagai pengingat bahwa setiap titik air,
Adalah kehidupan yang tak pernah mati.

