Pembelajaran STREAMS Solusi Guru dalam Menyiapkan Generasi Masa Depan

Pembelajaran STREAMS Solusi Guru dalam Menyiapkan Generasi Masa Depan
PKG IGI Jawa Timur Zona 4 di Hotel Aria Gajayana Kota Malang

Di era modern seperti saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Berbagai informasi sangat cepat dan mudah diterima, hingga banyak yang bilang bahwa “Dunia ini seperti dalam genggaman” karena mau mencari informasi apapun di belahan dunia manapun cukup tinggal satu kali klik sudah bisa diakses semua. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan bagi seorang guru dalam menyiapkan generasi masa depan.

Guru dituntut tidak hanya sekedar mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan saja tetapi juga dituntut untuk menanamkan karakter religius dan sikap sosial siswa. Hal tersebut dilakukan supaya siswa menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak mulia. Serta bijak dalam menggunakan teknologi dan informasi. Salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh seorang guru yakni menerapkan pembelajaran STREAMS di kelas sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. 

Pembelajaran STREAMS terdiri dari 7 komponen diantaranya adalah sebagai berikut:

Science

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dikaitkan dengan sains. Guru dapat mengajak siswa untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Tujuannya supaya siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan mengetahui manfaatnya secara langsung terhadap materi yang dipelajari. Selain itu siswa juga bisa lebih mandiri dan semakin percaya diri dalam menyampaikan ide, gagasan, dan mengambil keputusan yang baik.

Technology

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru berbasis teknologi. Seorang guru harus mampu menyajikan materi yang diajarkan melalui berbagai teknologi yang ada beberapa diantara melalui youtube, instagram, facebook, blog, buku digital interaktif, dan platform aplikasi yang lain. Tujuannya supaya siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak yakni menggunakan teknologi sebagai alat menyebarkan kebaikan.

Religious

Menjadikan agama sebagai pondasi dalam membangun moralitas siswa pada setiap aktivitas pembelajaran. Salah satunya yang dapat dilakukan oleh guru adalah mengintegrasikan materi yang diajarkan dengan nilai-nilai keislaman. Tujuannya supaya tertanam pada diri siswa bahwa setiap ilmu yang dipelajari sangat bermakna dalam kehidupannya. 

Engineering

Guru membimbing siswa menggunakan dan mengaplikasikan konsep-konsep materi yang sudah dipelajari dan dipahami untuk menjadi sesuatu hal yang produktif dan bermanfaat. Pada bagian teknik ini hampir sama dengan penggunaan teknologi.

Art

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus memiliki nilai-nilai estetika dalam kehidupan siswa. Tujuannya supaya minat belajar siswa meningkat dan siswa juga memiliki seni dalam menjalani kehidupan.

Mathematics

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dikaitkan dengan prinsip matematika. Hal itu dilakukan karena ilmu matematika tidak hanya sekedar ilmu berhitung tetapi pada prinsipnya ilmu matematika adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyelesaiakan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ilmu matematika siswa dapat berpikir kritis, logis, matematis, inovatif, dan kolaboratif.

Social

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus menekankan pada pengembangan sikap sosial siswa. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi kelompok, karena dengan diskusi kelompok siswa dapat saling bertukar pikiran, ide, gagasan, dan saling menghargai maupun menerima pendapat teman.