Gamifikasi Dalam Pembelajaran

Gamifikasi Dalam Pembelajaran
Aktivitas siswa memanfaatkan gamifikasi dalam pembelajaran di kelas.

Selama Pandemi Covid-19 telah mengubah gaya belajar mengajar di sekolah dari tatap muka ke pembelajaran online.  Sayangnya, proses belajar yang dilakukan secara online memiliki kekurangan dalam hal interaksi. Sehingga, banyak dikeluhkan kelas online membosankan dan kurangnya partisipasi murid akan pelajaran yang berlangsung. 

Untuk mengatasi hal tersebut, guru pun dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan pelajaran saat kelas online berlangsung. Misalnya dengan menggunakan film/video sebagai sisipan dalam mengajar, atau menggunakan audio, dan juga alat peraga. Cara lain yang bisa digunakan guru adalah dengan menyisipkan game edukasi dalam pelajaran. Penggunaan game atau gamifikasi dalam pemebaljaran di kelas online semakin sering dilakukan guru. 

Pengertian Gamifikasi

Secara umum, gamifikasi adalah penggunaan aplikasi permainan edukasi yang bertujuan menarik perhatian siswa. Salah satu cara untuk menarik perhatian orang adalah dengan melibatkan mereka. Bila dulu bermain game untuk mendapatkan hiburan, belakangan game meluas fungsinya dan masuk dalam dunia pendidikan. Guru dan murid menggunakan sarana game sebagai bagian dari pembelajaran dan dikenal dengan sebutan gamifikasi dalam pendidikan. 

Gamifikasi dalam pendidikan semakin sering digunakan guru saat mengajar secara virtual. Lewat permainan, guru bisa menarik perhatian murid untuk tetap fokus dalam belajar sampai selesai, dan mampu menangkap pesan atau makna dari pelajaran yang disampaikan.  

Keuntungan Penerapan Gamifikasi di Kelas

Menghadapi ketidakpastian karena pandemi Covid-19, membuat siswa berpartisipasi dalam Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidaklah mudah. Tentu ini pekerjaan yang menantang bagi guru dalam menyusun materi pelajaran yang lebih menarik dan membuat murid semangat belajar. Solusi kreatif harus dimiliki guru saat memberikan pelajaran salah satunya dengan gamifikasi dalam pendidikan yang diterapkan di kelas. 

Siswa menyadari belajar adalah kebutuhan 

Bila siswa sudah mencapai kesadaran tersebut, Anda akan lebih mudah untuk mendapatkan perhatian dari siswa ketika mengajar. Ini akan membuat guru fokus pada metode pengajaran yang sifatnya menanamkan ilmu pengetahuan baru.  Gamifikasi di kelas bisa membantu Anda mencapai kondisi ideal tersebut. Sebab permainan membantu anak mengetahui tujuan dan gol mereka. Ketika mereka mengetahui itu semua, maka mereka menyadari bahwa yang dilakukan saat ini adalah kebutuhan.       

Siswa lebih aktif 

Gamifikasi dalam e-learning mendorong siswa jadi lebih aktif dalam membuat konten belajar. Siswa juga lebih bersemangat belajar dan senang untuk menggali informasi atau menemukan informasi baru.  Sebabnya, permainan membuat suasana lebih menyenangkan dan tak membosankan. Hal ini akan mendorong siswa untuk terlibat dalam pelajaran atau sebuah proyek.  

Siswa menyukai kompetisi 

Seperti kita ketahui, permainan adalah sebuah kompetisi. Apakah kita bisa memenangkan pertandingan dan mencapai level tertinggi dari game tersebut, tentu dibutuhkan motivasi untuk menyelesaikan sejumlah tantangan. Begitu juga dalam penerapan gamifikasi dalam pendidikan, siswa akan termotivasi untuk bersaing dengan temannya. Siswa ingin mencapai skor tinggi, penghargaan, dan peringkat tertinggi dalam permainan.

Terbiasa bekerja sama

Saat menerapkan gamifikasi dalam pendidikan siswa akan terbiasa membentuk sebuah kelompok untuk bekerja sama satu sama lain. Apabila siswa mampu bekerja sama dengan temannya, maka mereka akan terbiasa dalam berbagi ide, berdebat, berpikiran kritis dan proses pemikiran strategis.

Contoh Penerapan Gamifikasi yang Efektif 

Berikut contoh penerapan gamifikasi yang efektif di kelas:

Sebelum memasukkan gamifikasi di setiap mata pelajaran yang hendak disampaikan, maka Anda harus memastikan sejak awal pelajaran diberikan menarik. Lalu ketika memasuki pertengahan materi, beri tahu siswa bahwa pelajaran akan berlanjut dengan permainan. 

1. Jadikan gamifikasi sebagai bagian dari evaluasi 

Permainan tersebut bisa Anda manfaatkan sebagai evaluasi kecil atau kuis untuk mengetahui apakah siswa memahami materi pelajaran yang diberikan. Permainan yang dibuat hendaknya seperti sebuah tantangan kepada siswa, supaya bisa menyelesaikan sebuah permainan. 

2. Gamifikasi berupa pilihan ganda

Jika Anda kesulitan atau bingung untuk membuat gamifikasi dalam pelajaran, dapat menggunakan pilihan ganda sebagai bagian dari gamifikasi dalam pendidikan. Buat seolah-olah seperti permainan bukan sebagai ujian semata. 

Agar siswa merasa seperti bukan ujian, Anda harus menyiapkan beberapa topik yang bisa dipilih murid. Selanjutnya buat seolah-olah seperti permainan dengan memberikan score berbeda-beda di setiap pilihan yang benar. 

3. Buat siswa  seperti detektif 

Cara lain yang menyenangkan penerapan gamifikasi dalam pendidikan adalah dengan memainkan peran. Misalnya sebagai seorang detektif atau seseorang yang membawa sebuah misi. Permainan seperti ini akan mendorong rasa ingin tahu siswa, sehingga mereka terpacu dan bersemangat dalam mencari ilmu atau wawasan baru. Anda bisa memberikan petunjuk untuk misi yang harus diselesaikan, lalu berikan kata kunci dan media terpercaya yang bisa membantu mereka mendapatkan informasi yang dibutuhkan.     

4. Berikan reward seperti lencana 

Di akhir dari permainan yang Anda lakukan selama pelajaran adalah memberikan apresiasi berupa reward dengan lencana. Anda bisa menyiapkan seperti piagam atau lencana kepada mereka yang berhasil mendapatkan skor tertinggi. Piagam atau lencana tersebut kemudian pasanglah misalnya di papan pengumuman. Tentu ini akan menambah semangat dan rasa percaya diri murid. 

Menguasai berbagai jenis Gamifikasi 

Apakah anda semakin yakin menggunakan gamifikasi dalam pembelajaran, berarti Anda harus segera memulainya. Belajar dapat membantu Anda untuk mulai menggunakan gamifikasi di kelas. Sebelum Anda memulai gamifikasi, dapat lebih dulu mulai memberikan materi pengajaran harian, bank soal, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku digital dari penerbit bersertifikasi yang semuanya itu diharapkan dapat membantu guru dan sekolah dalam mengembangkan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan berkualitas serta memberikan keleluasaan dan kemandirian siswa dalam belajar. 

Sumber: https://acerforeducation.id/