Peluncuran Program Pendidikan Penggerak Merdeka Belajar (PPMB)

Peluncuran Program Pendidikan Penggerak Merdeka Belajar (PPMB)
doc. www.youtube.com (Ikatan Guru Indonesia - IGI)

Kebijakan Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Dalam hal ini, kebijakan tesebut diluncurkan menjadi 14 episode. Adapun kebijakan pada episode ke 4 diberi nama Program Organisasi Penggerak.

Seirama dengan kebijakan diatas, senin 14 Februari 2022 lalu ada 9 Organisasi Profesi yang berkolaborasi dengan inisisasi dari Kampus Pemimpin Merdeka meluncurkan sebuah program yang bertajuk Pendidikan Penggerak Merdeka Belajar (PPMB). Peluncuran tersebut dilaksanakan secara daring menggunakan platform meeting online dan disiarkan secara langsung melalui Channel Youtube.

Adapun 9 organisasi tersebut adalah:

  1. Ikatan Guru Indonesia
  2. Komunitas Guru Belajar Nusantara
  3. Jaringan Sekolah Madrasah Belajar
  4. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama
  5. Federasi Guru Independen Indonesia
  6. Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia
  7. Persatuan Guru Seluruh Indonesia
  8. Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia
  9. Komunitas Pengawas Belajar Nusantara

Kampus Pemimpin Merdeka Adalah sebuah lembaga yang mendampingi rekan-rekan dalam ekosistem pendidikan untuk menjadi penggerak dan pemimpin perubahan demi pendidikan yang #merdeka belajar dan berpihak pada anak kata Anggi Rizka Pustika selaku host dan moderator dalam kegiatan tersebut.

Acara lounching PPMB tersebut dilaksanakan pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Hadir pada acaara tersebut Bukik Setiawan selaku Ketua Yayasan Guru Belajar yang memberikan sambutannya pertama. Dengan berakhirnya sambutan dari Pak Bukik, acara dilanjutkan pemaparan cerita tentang Praktik Baik dari 2 orang guru yang telah bergerak dan menggerakkan sebuah komunitasnya. Titis Kartikawati (Kepala Sekolah SDN 22 Penyeladi Kec. Kapuas, Kab. Sanggau Prov. Kalimantan Barat dan Pengajar Praktik pada Program Guru Penggerak yang dilaksanakan oleh Kemendibudristek) dan Lydia Zenia (Guru SMPN 1 Tlanakan, Kab. Pamekasan Prov. Jawa Timur) hadir dalam acara tersebut sebagai perwakilan Penggerak yang menceritakan pengalaman mereka sampai menjadi Penggerak.

Cerita baik dari tokoh Penggerak diharapkan akan lebih memotivasi lagi bagi guru-guru yang lain agar mau bergerak dan menggerakkan.

Setelah pemaparan cerita baik dari tokoh penggerak, acara dilanjutkan dengan pemaparan tentang Alur Program PPMB oleh Rizky Rahmat Hani yang merupakan Ketua dari Kampus Pemimpin Merdeka.

Rizqy Rahmat Hani menjelaskan mulai dari manffat Program PMB bagi guru, Tahapan PPMB, Kriteria Peserta, Fitur Unggulan, Pola Belajar, Alur Pendaftaran, Kurikulum/Modul yang diberikan ketika mengikuti PMB, Prakiraan Waktu Pengerjaan Modul, Hingga Linimasa dari kegiatan PMB.

Berdasarkan pemaparan Rizqy tersebut dijelaskan bahwa bagi para anggota Organisasi Profesi yang tergabung dalam kegiatan tersebut dapat mengikuti program PMB dengan cara mendaftar melalui oraganisasi profesi masing-masing dan masing-masing organisasi profesi akan melaporkan data peserta serta waktu pelaksanaanya kepada pihak Kampus Pemimpin Merderka untuk dilakukan pengolahan dan persiapan. Meski program ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh gabungan beberapa organisasi profesi namun tidak menutup kemungkinan bagi peserta umum untuk mengikuti program tersebut yang alurnya juga sudah dijelaskan oleh Ryzqy dalam paparannya.

Diakhir acara peluncuran Program PMB tersebut ditayangkan video testimoni dan dukungan dari perwakilan masing-masing organisasi profesi yang tergabung dalam kegiatan tersebut dan ditutup dengan penyampaian kesimpulan serta statemen dari moderator.