SETANGKUP KISAH CINTAKU
Aku mengenalnya tiga bulan yang lalu, namun dia sudah memutuskan untuk melamarku. Menurutnya, dia mau menjadikanku pendampingnya selamanya. Saat itu, aku tak merasakan bahagia karena keyakinanku tak sepenuhnya, namun dia menguatkanku untuk menunjuknya sebagai pasangannya. Perlahan aku menyadari banyak perbedaan, perselisihan, menyamakan pandangan sering kami lalui. Apakah ini hanya keegoisan kita saja? Atau berdua sedang bertahan untuk mempertahankan ke akuan kita saja. Pagi hingga malam tak kunjung terselesaikan, isi kepala terasa mau menyembur keluar. Bukan ini yang aku inginkan tapi penyelesaian dan jalan keluar. Dalam hati yang terdalam, apakah harus kuteruskan atau aku berjalan dan berbalik arah menjauh darinya.
Sore itu, aku memintanya untuk bertemu di tempat dulu kita pertama berjumpa. Aku masih mengingatnya, dia memakai kemeja biru dengan celana jeans, sangat pantas ditubuhnya. Sedang melihat sebuah lukisan wanita yang sedang menyusui anaknya. Tampak lama menatap lukisan itu, memperhatikan dengan seksama. Entah apa yang dipikirkannya saat itu, matanya bergerak dari ujung ke ujung menyimak goresan kuas lukisan. Aku yang berada di sampingnya saat itu, tertegun dan terpesona dengan pria yang ada di depanku saat itu. Dalam hati aku menyukainya sejak pertama kali bertemu. Di sampingnya aku pun mulai mencoba memaknai lukisan yang juga dilihatnya. Ternyata dia pun mulai melihatku dan mencoba mengenalku. Sejak saat itu, dia mulai mendekatiku.
Pertemuan di galeri seni di yogya ini awal mula kami saling mengenal hingga saat ini. Aku mencoba mengingat sosoknya sejak pertama kali bertemu dengannya. Keputusan apa pun yang kubuat tentunya adalah keputusan untuk menepis segala keraguan. Mas Arya dengan segala kelebihan yang membuatku terpesona dan masih memujanya. Juga dengan kekurangan yang kadang membuat isi kepalaku meronta. Apakah perbedaan kita berdua bisa bersama berdampingan untuk waktu yang lama ataukah hanya sampai di sini saja?

