Pemberlakuan Kembali Pembelajaran Tatap Muka Terbatas setelah Pembelajaran Daring 100%
Mengikuti pembelajaran tatap muka merupakan impian yang sudah cukup lama terpendam di dalam hati bagi sebagian besar siswa khususnya di Kota Blitar. Sejak pemberlakuan Surat Edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar Nomor 443.2/19/410.204.3/2022 Tentang Penyelenggaraan Sistem Pembelajaran dalam Jarigan (Daring) pada Satuan Pendidikan di Masa Pandemi Corona Desease 2019 (Covid-19) Kota Blitar mulai tanggal 17 Februari – 2 Maret 2022 dan kemudian diperpanjang hingga tanggal 14 Maret 2022 mengharuskan seluruh siswa di Kota Blitar 100% mengikuti pembelajaraan secara daring. Diakhir masa pemberlakuan Pembelajaran Daring tersebut Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar mengeluarkan surat edaran yang sedikit dapat mengobati kerinduan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Karena dalam surat edaran bernomor 443.2/80/41.0204.3/2022 teranggal 15 Maret 2022 menyatakan bahwa Satuan Pendidikan di wialyah Kota Blitar terhitung mulai tanggal 15-22 Maret 2022 dilaksanakan dengan sistem pembelajran Tatap Muka Terbatas dengan peserta didik maksimal 50%.
Meski dalam surat edaran tersebut masih dilakukakn pembatasan kuota sebesar 50% namun hal ini sudah cukup mampu mengobati kerinduan para siswa untuk belajar dengan tatap muka. Antusiasme cukup teerlihat dari peserta didik dan pendidik di sekolah dalam mengikuti pembelajaran tatap muka tersebut.
SMK Islam 1 Blitar adalah salah satu sekolah di Kota Blitar yang hari ini mulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai dengan surat edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Terlihat antusiasme dari para peserta didik dan juga pendidik dalam mengikuti PTM terbatas tersebut mulai awal hingga berakhirnya jam pembelajaran. Di SMK Islam 1 Blitar dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan ketentuan 50% siswa mengikuti pembelajaran tatap muka dan sisanya mengikuti pembelajaran daring selama 1 minggu. Sedangkan 1 minggu berikutnya, peserta didik akan diroling dari yang awalnya mengikuti PTM menjadi Daring dan sebaliknya. Periode ini dibuat cukup lama (1 minggu) dengan tujuan agar peserta didik lebih konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran sehingga ilmu yang diterima lebih dalam tertanam dalam diri peserta didik.
Semoga keadaan ini akan segera membaik sehingga pembelajaran tatap muka bisa diaksanakan secara lengkap baik dilihat dari segi kuota peserta didik dan juga waktu/lama belajar di sekolah. Tidak hanya untuk Kota Blitar saja tapi juga untuk Indonesia dan juga untuk seluruh dunia.

