Jejak Mulia H. Umar Rafsanjani di Dunia Pendidikan Aceh
Edusiana - Banda Aceh (27 April/2025)
Di tengah kesulitan yang tak terkira, Abi Umar Rafsanjani berdiri teguh dengan visi besarnya: Memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak yatim. Dengan tekad yang tak tergoyahkan dan semangat yang membara, memulai perjalanan panjangnya dari pindah-pindah lokasi pesantren, sewa ruko yang kumuh, sewa rumah, hingga tinggal dipinggir sungai Lamnyong untuk mengajar santri. Namun, air mata dan keringat yang mengalir tidak membuatnya menyerah.
Berdakwah di tengah masyarakat dengan penuh inspirasi, beliau menyebarkan pesan tentang pentingnya pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa, berjalan jauh ke negeri Jiran Malaysia untuk berdakwah, membangun relasi, mencari donatur, membawa harapan bagi santri yatim dan dhuafa yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan dedikasi yang tak terbatas, beliau berhasil meluluhkan hati para donatur untuk membiayai kebutuhan sehari-hari para santri.
Namun, pengorbanan terbesar datang ketika beliau harus memilih antara melanjutkan pendidikan doktornya di University Utara Malaysia atau meninggalkan semuanya demi anak-anak yatim dan dhua'fa yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan air mata yang mengalir, beliau memilih untuk meninggalkan impian pribadinya demi masa depan anak-anak yatim. Ia menyadari bahwa memberikan pendidikan yang layak bagi mereka adalah langkah penting untuk membentuk masa depan yang cerah.
Setelah melewati berbagai rintangan dan tantangan yang tak terkira, akhirnya impian tersebut mulai terwujud. Dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, beliau berhasil membangun satu pesantren "Dayah Darussalam Mini Aceh" yang terletak di Gampoeng Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Pesantren ini telah diresmikannya pada tanggal 2 April 2017 silam. Di samping belajar ilmu agama, para santri bisa belajar ilmu umum setara dengan SMP dan SMA.
Walaupun namanya "Dayah Mini" tapi dampaknya bagi masyarakat begitu besar. Banyak kader-kader mumpuni yang telah beliau cetak dari pesantren yang megah ini, ada yang jadi guru agama, mubalig dan imam hingga ke negeri jiran Malaysia. Guru-guru yang mengajar di Dayah ini adalah tenaga pengajar profesional, mereka ada yang dari lulusan lokal maupun yang lulusan Timur Tengah.
Kisah inspiratif Abi Umar Rafsanjani adalah bukti dengan tekad kuat dan semangat tak tergoyahkan, kita dapat mencapai impian kita, meskipun dihadapkan pada berbagai kesulitan. Semoga kisah ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berjuang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta mengingatkan kita akan pentingnya kasih sayang dan pengorbanan bagi mereka yang membutuhkan.
Kontributor Edusiana:
Ust Sayuti Is. S.Sos

