Ketonggeng, Monster Pembawa Manfaat

Ketonggeng, Monster Pembawa Manfaat

Orang Indonesia sering memanggilku dengan Ketonggeng atau Ketungging. Bentukku mirip kalajengking dan juga mirip laba-laba. Kebanyakan orang takut melihat tubuhku, banyak yang menyangka aku adalah kalajengking, binatang monster yang sangat berbahaya. Sehingga banyak orang yang ketika melihat ku muncul langsung histeris, dan mengambil barang-barang yang bisa membunuh diriku. Padahal aku adalah binatang yang pemalu dan penakut jika melihat mahluk yang lebih besar dari diriku. Walau sebenarnya aku termasuk binatang yang memberi manfaat kepada manusia, tetapi karena bentuk tubuhku, aku menjadi salah satu mahluk yang dibenci manusia.

Manusia sering menganggapku termasuk jenis serangga, padahal aku termasuk dalam jenis arachnida. Perbedaan antara serangga (insecta) dan arachnida terletak pada sayap dan kaki. Insecta mempunyai tiga pasang kaki dan satu/dua pasang sayap. Sedang arachnida memiliki empat pasang kaki dan tidak bersayap. Aku mempunyai sepasang capit dan memiliki ekor seperti cambuk. Walau aku mempunya delapan mata tapi aku lebih mengandalkan sepasang kaki depanku sebagai antena atau organ sensorik, sedang tiga pasang kaki ku yang lain dipergunakan tuk berjalan.

Aku termasuk mahluk nokturnal, yang tidur di siang hari dan berburu mangsa di malam hari. habitat alami ku adalah tempat lembab dan basah, aku sering bersembunyi di balik batu, di semak yang rimbun atau menggali lubang di tanah. Mangsa-mangsaku tak berkutik jika aku sudah menyemprotkan asam asetat ke tubuh dan matanya, dan dengan capitku yang dapat mencegah mangsaku untuk lari. Mangsa utama ku adalah musuh manusia seperti kecoa, kalajengking, tikus kecil, dan cicak. Dengan kehadiranku yang membantu menyingkirkan musuh manusia, masih kah kamu memusuhiku hanya karena rupaku yang mirip monster ?