Kerja Adalah Ibadah
Suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya, tiba-tiba tampaklah seorang pemuda yang masih amat kuat dan perkasa tubuhnya, ia pagi-pagi telah bekerja dengan penuh semangat. Salah seorang sahabat berkata "kasihan sekali pemuda ini, alangkah baiknya andaikata kepemudaannya (masa mudanya) serta kekuatannya dipergunakan untuk berjuang di jalan Allah SWT (fi sabilillah). Mendengar ucapan salah seorang sahabat yang demikian, Rasulullah SAW menjawab "jangan katakan yang demikian sebab orang itu kalau keluar dari rumahnya guna mengusahakan kehidupan anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Seandainya ia bekerja agar tidak sampai meminta-minta kepada orang lain maka ia pun fi sabilillah." (HR Tabrani)
Hadis di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa ibadah ternyata memiliki makna yang sangat luas. Tidak hanya bersifat vertical kepada Allah SWT tetapi juga bersifat horizontal. Tidak semata bersimpuh di atas sajadah saat keheningan malam bermunajat kepada Allah tetapi juga berpeluh keringat ditengah riuhnya kehidupn dunia.
Dilihat dari kasat mata, bekerja adalah aktivitas duniawi, namun tidak demikian adanya.Bekerja bisa bernilai ibadah dihadapan Allah SWT manakala dilaksanakan dengan benar sesuai dengan syariat Islam. Bekerja hendaknya diawali dengan niat yang benar, dilaksanakan dengan cara yang benar dan untuk tujuan yang dibenarkan pula oleh Allah SWT.
Bekerja dengan niat yang benar hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Tentu bukan ibadah dalam arti yang sempit tetapi beribadah dalam arti yang sangat luas, bukankah tujuan diciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT (adzariyat ;56). Maka niat bekerja karena Allah menjadi modal pertama dan utama agar menjadi nilai ibadah dihadapan Allah swt.
Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa hijrah yang termaktub dalam hadis nabi bahwa segala sesuatu tergantung dengan niatnya. Di mana ada sebagian yang hijrah dengan niat karena Allah dan rasulNya, maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNYa. Namun kenyataaanya, ada yang hijrah niatnya untuk tujuan dunia maka ia akan mendapatkan apa yang diniatkannya.
Begitu juga dalam bekerja, ada yang niat bekerjanya karena Allah dan rasulNya dan ada yang bekerja untuk tujuan-tujuan yang sifatnya duniawi. Apapun yang diniatkannya, maka ia akan mendapatkan bagian dari apa yang diniatkannnya. Sungguh pun demikian, Allah SWT menegaskan bahwa mereka yang bekerja untuk tujuan duniawi maka ia tidak mendapatkan bagian dari ganjaran akhirat (asy Syu'ara:20)
Begitu juga dalam melaksanakan perkerjaannya, mereka yang berkerja haruslah sesuai dengan syariat Islam dan tidak bertentangan dengan yang dilarang oleh Allah SWT, seperti bekerja dengan cara menipu, curang, memanipulasi data, mark up, korupsi dan lainnya.
Untuk itu mari perbaiki cara bekerja kita agar sesuai dengan yang digariskan oleh Allah dan RasulNYa, sehingga bisa bernilai ibadah.Selamat bekerja

Nurnadia Azhari
