Jadikan Upacara Sebagai Alat Pendidikan, Peserta Didik SD Negeri 011 Titian Resak Melaksanakan Upacara Tradisi Siaga

Jadikan Upacara Sebagai Alat Pendidikan, Peserta Didik SD Negeri 011 Titian Resak  Melaksanakan Upacara Tradisi Siaga

Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik. Tujuan upacara dalam Gerakan Pramuka adalah membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur sehingga menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila. Sasaran upacara dalam Gerakan Pramuka, ialah agar peserta upacara (peserta didik) mampu:

a). memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan negara.

b). memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi.

c). selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari.

d). memiliki jiwa gotong royong dan percaya pada orang lain.

e). dapat memimpin dan dipimpin.

f). dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib.

g). meningkatkan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sasaran upacara tersebut akan dapat dicapai bilamana para peserta upacara (peserta didik) melaksanakannya dengan tertib dan khidmat. Ketika kondisi upacara berjalan dengan tertib dan khidmat, Pembina Upacara berusaha membuka hati peserta didik dan memberikan pendidikan watak ; sehingga tepatlah bilamana upacara dinyatakan sebagai alat pendidikan.

Berikut Tata Cara Upacara Tradisi Siaga

Acara persiapan

Pembina/Pembantu Pembina Siaga memanggil anggota perindukan dengan barisan bersaf . Para Pembina Siaga memeriksa kebersiahan, kerapihan dll., sesuai dengan tugasnya, dan memilih barung yang terbaik dan barung yang terbaik tersebut mendapat kepercayaan untuk mempersiapkan upacara pembukaan.

Uraian Kegiatan

Seluruh anggota perindukan dalam barungnya masing-masing membentuk barisan bersaf. Siaga/Sulung yang terpilih mempersiapkan segala perlengkapan upacara untuk upacara pembukaan

Perlengkapan

Bendera Merah Putih/tiangnya, teks Pancasila, teks Dwi Darma

Acara Pokok

Sulung memanggil seluruh peserta upacara dengan .....siagaaaaaaa dan dijawab Siaaaap oleh para siaga, kemudian Sulung membuat kode lingkaran kecil maka berlarilah para siaga membentuk lingkaran kecil menurut barungnya masing-masing dan barung si sulung berapa di depanya. kemudian membentuk lingkaran besar

Penjemputan Pembina Upacara Yanda/Bunda

Sulung/Pemimpin Upacara menjemput pembina upacara. Sulung menjemput yanda/Bunda dengan ucapan "yanda, upacara pembukaan latihan perindukan siaga sudah bisa dimulai yanda sudi membukanya." kemudian Yanda mengatakan "Terima kasih" kemudian Yanda/ Bunda Memegang tangan Kiri Sulung dan membimbingnya memasuki lingkaran dan menempatkannya di depan standart/totem

Penjemputan Bendera Merah Putih

Yanda/bunda memerintahkan sulung untuk mengambil Bendera Merah Putih "Sulung, ambil Pusaka kita". dan sulung pun keluar melalui pintu untuk mengambil bendera merah putih. Kemudian memasuki lingkaran dan pada waktu di pinggir lingkaran (pintu) berhenti sejenak dan penghormatan dipimpin oleh Yanda/Bunda dan diikuti oleh seluruh peserta upacara

Pembacaan Teks Pancasila

Pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara Yanda/Bunda

Yanda/ Bunda membacakan teks Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara

Pembacaan teks Dwi darma

Pembacaan teks Dwi Darma oleh Sulung. Sulung membacakan dan dibalas oleh peserta sbb : Sulung : Dwi Darma, siaga membalas serupa kemudian Sulung ; "Siaga itu menurut ayah dan bundanya" dijawan"kami menurut ayah dan bunda kami". Sulung: "Siaga itu berani dan tidak putus asa" dijawab "kami berani dan tidak putus asa". Selesai membaca teks dwi darma Yanda/ Bunda memerintahkan sulung kembali ke barungnya dan pada waktu sulung kembali ke barungnya wakilnya yang tadi menempati posisi pemimpin barung kembali ke tempatnya melalui jalan belakang.

Kata Bimbingan

Yanda/Bunda memberikan kata bimbingan. Pada waktu memberikan kata bimbingan Yanda/Bunda cukup dengan sikap instirahat maka seluruh peserta upacara mengikutinya dengan sikap istirahat. Selesai pengarahan Yanda/bunda kembali sikap sempurna dan diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan sikap sempurna/siap

Do'a

Doa dipimpin oleh yanda/Bunda. doa diucapkan dna diikuti oleh seluruh siaga (doa cukup pendek saja)

Upacara Pembukaan selesai

Selesai Yanda/bunda berdo'a maka selesailah upacara dilanjutkan dengan kegiatan lainnya. Ingat..! Yanda dan Bunda tidak membubarkan lingkaran tetapi langsung dilanjutkan dengan kegiatan yang sesuai dengan jadwal latihan.