Hari Santri Nasional: Guru Pesantren Hajjani Ziarah ke Makam Abuya Batu Korong, Teladani Sanad Keilmuan
Edusiana - Singkil (Rabu/22/10/2025)
Rombongan guru dari Pesantren Hajjani Bukhari Muslim Az-Zamzamiyah Sianjo-anjo, Gunung Meriah, Aceh Singkil, melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik Aceh, Abuya Syekh H. Baihaqi (Abuya Batu Korong), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Kegiatan ziarah ini dipimpin langsung oleh Tgk. Ibrahim, M.Pd., yang merupakan Pimpinan Pesantren Hajjani Bukhari Muslim Az-Zamzamiyah sekaligus Ketua DPD GENUSA Provinsi Aceh. Rombongan tiba di komplek makam Abuya Batu Korong, sekitar pukul 09:00 WIB pagi tadi.
Tgk. Ibrahim M.Pd. menyampaikan kepada Edusiana bahwa ziarah ke makam Abuya Batu Korong, salah satu ulama yang berpengaruh besar di Singkil dan merupakan murid dari ulama sentral Aceh, Abuya Syekh Muda Waly Al-Khalidi, adalah bentuk penghormatan dan penguatan sanad keilmuan.
"Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Ziarah ini menjadi pengingat bagi kami, para guru dan santri, untuk selalu menjaga semangat perjuangan ulama yang telah meletakkan pondasi pendidikan Islam di Aceh Singkil," ujar Tgk. Ibrahim.
Sejarah mencatat bahwa Abuya Syekh H. Baihaqi adalah sosok yang sangat cerdas. Sejak usia 10 tahun, beliau telah menguasai kitab-kitab Arab Melayu di bawah bimbingan ayahnya, Syekh H. Muhammad Tahar, sambil menempuh pendidikan formal Sekolah Rakyat (SR) di Lipat Kajang yang berhasil beliau tamatkan dalam waktu sangat singkat, yaitu 6 bulan 23 hari.
Pencapaian beliau berlanjut sebelum berangkat ke Dayah Darussalam Labuhan Haji. Beliau telah hafal Kitab Matan Jurumiyah dalam ilmu nahwu, Matan Bina selama enam hari, Mukhtasar Jiddan, dan Kailani Pula selama dua bulan, sementara itu beliau masih terus menghafalkan beberapa kitab lain.
Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Darussalam Labuhan Haji di bawah asuhan Abuya Syekh H. Muhammad Waly Al-Khalidi. Kegigihan dan karomah Abuya Syekh H. Muhammad Waly menjadikan Abuya Baihaqi ditempa di usia mudanya hingga menjadi salah satu tokoh dan ulama paripurna yang disegani pada masanya.
Sepulang dari Darussalam, Abuya Baihaqi aktif mendampingi ayahnya, bahkan dalam menjalankan ibadah Khalwat Suluk dan tidak pernah ketinggalan dalam melaksanakan ibadah. Beliau mendapatkan kepercayaan dan hidayah dari Allah, sehingga memperoleh maqam Mursyid dan mendapat kelebihan-kelebihan tentang ilmu Tarekat Naqsyabandiyah.
Sebagai Pimpinan Pesantren, Tgk. Ibrahim berharap keteladanan ini dapat memotivasi santri untuk berjuang dalam menuntut ilmu dan berkhidmat pada umat.
Tgk Sayuti Ismail
News writer for Edusiana magazine

