Gemuruh Jiwa dalam Diam
Dalam heningnya malam, terdengar desah,
Gemuruh jiwa dalam diam, menyisakan gundah,
Setiap detak nadi, seperti simfoni tanpa nada,
Menyelami hati yang luka, tanpa suara.
Di balik senyap, tersembunyi rindu yang membara,
Seperti api yang tersembunyi di balik bara,
Mata memejam, mencoba merajut mimpi,
Namun jiwa bergetar, tak mampu berlari.
Waktu berdetak, membawa ingatan kembali,
Pada kenangan yang tersimpan rapi,
Setiap hela napas, menyimpan sejuta kata,
Yang tak terucap, hanya tertulis dalam hampa.
Diam bukan berarti tak bersuara,
Ada gemuruh dalam jiwa yang menyapa,
Mengguncang hati, menggetarkan rasa,
Namun terbungkam dalam sunyi yang tak terjamah.
Malam merangkak, membawa sepi yang mendalam,
Namun dalam kesendirian, ada kekuatan yang terpendam,
Gemuruh jiwa dalam diam, mengajarkan keteguhan,
Bahwa dalam sunyi, kita temukan keberanian.
Ketika pagi datang membawa cahaya,
Gemuruh jiwa perlahan mereda,
Dalam diam, kita belajar tentang arti cinta,
Bahwa kadang, yang paling keras adalah yang tak bersuara.

