Cinta yang Tertulis di Pasir Pantai

Cinta yang Tertulis di Pasir Pantai
sumber gambar : jejakpiknik.com

Di tepi pantai yang sunyi,  
Di bawah langit yang terbuka lebar,  
Kita menorehkan kata-kata,  
Cinta yang tertulis di atas pasir lembut,  
Diiringi oleh nyanyian ombak yang tenang.

Pasir adalah kanvas kita,  
Di mana jemari kita melukis rasa,  
Setiap goresan adalah ungkapan hati,  
Dari cinta yang tak terucap,  
Hanya bisa dirasakan dalam hening yang suci.

Kata-kata berbisik di antara butiran pasir,  
Seolah menceritakan kisah abadi kita,  
Di mana cinta menemukan tempatnya,  
Dalam setiap gelombang yang datang,  
Membawa pesan-pesan dari lautan yang dalam.

Cinta itu sederhana,  
Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas,  
Namun, kita tahu,  
Ombak akan datang,  
Menghapusnya dengan lembut,  
Seolah berkata, “Cinta harus terus diperbarui.”

Kita berdiri di sana,  
Di hadapan samudra yang luas,  
Menatap ke cakrawala yang tak terbatas,  
Di mana harapan kita menyatu dengan langit,  
Dan cinta kita mengalir, seperti air yang tak pernah berhenti.

Mungkin jejak kita akan hilang,  
Di bawah sentuhan ombak yang terus bergerak,  
Namun, cinta kita takkan pudar,  
Ia tetap hidup dalam hati kita,  
Tertanam dalam kenangan yang abadi.

Setiap kali kita kembali ke pantai ini,  
Kita tahu,  
Meskipun pasirnya telah berubah,  
Cinta kita akan tetap ada,  
Tertulis dalam hembusan angin,  
Dalam gemuruh ombak,  
Dan dalam setiap desir pasir yang kita sentuh.

Cinta ini bukan hanya kata-kata yang tertulis,  
Ia adalah janji,  
Yang terukir dalam jiwa kita,  
Seperti pasir pantai yang selalu menunggu,  
Untuk kembali menuliskan kisah cinta yang baru.