Bunga yang Berkisah dalam Dedaunan

Bunga yang Berkisah dalam Dedaunan
sumber gambar : www.blogger.com

Di taman sunyi, di antara bayang dedaunan,
berkembanglah bunga, diam-diam bersandar pada keheningan.
Setiap kelopak, kisah yang teranyam halus,
dalam bahasa sunyi yang hanya mereka mengerti.

Di bawah sinar lembut pagi,
bunga-bunga itu berbisik pelan,
kepada daun-daun yang setia mendengar,
tentang cinta dan harapan yang mereka simpan.

Kelopak pertama mengisahkan masa lalu,
seperti pelukan angin pada petang yang temaram,
tentang rasa yang pernah merekah,
lalu layu, tertiup angin malam.

Kelopak kedua bercerita tentang rindu,
yang menunggu dalam diam,
seperti embun yang menggantung di ujung dedaunan,
menanti matahari datang membawa hangat.

Kelopak ketiga, harapan yang terajut dalam senyum,
mencari cahaya di tengah kelam,
seperti mentari yang mengintip malu-malu,
di balik awan kelabu yang berat.

Kelopak keempat, luka yang tersembunyi dalam keindahan,
seperti duri yang terselip di balik bunga,
mengajarkan tentang cinta yang kadang menyakitkan,
namun tetap dipeluk dalam keabadian.

Setiap helai daun, mereka mendengarkan dengan saksama,
merekam setiap cerita dalam hijau yang hening,
menjadi saksi bisu dari musim yang berlalu,
dan bunga-bunga yang terus berkisah tanpa lelah.

Di setiap pagi, ketika embun masih setia menghiasi,
daun dan bunga menyatu dalam simfoni diam,
berbagi cerita, tentang hidup yang penuh misteri,
tentang cinta, rindu, dan harapan yang abadi.

Malam tiba, dan kisah pun berakhir dalam pelukan malam,
bunga dan daun kembali terdiam,
menyimpan rahasia dalam bayang dedaunan,
menanti pagi untuk kembali berkisah.