Setangkai Mawar di Taman Sunyi
Di taman sunyi yang tersembunyi,
Tumbuh setangkai mawar merah merona,
Sendiri, ia berdiri teguh,
Menantang waktu yang terus berlalu.
Kelopak-kelopaknya tersenyum lembut,
Di bawah sinar matahari pagi,
Embun pagi mengusap lembut,
Memberi hidup di dalam sepi.
Aroma wangi menyebar pelan,
Mengisi udara dengan kenangan,
Setiap helai, setiap warna,
Mengisahkan cinta yang pernah ada.
Di tengah hening yang mendalam,
Mawar itu bercerita tanpa kata,
Tentang rindu yang tak terucapkan,
Tentang mimpi yang tertunda.
Meski sunyi, ia tak pernah layu,
Tetap indah di tengah kesendirian,
Menjadi simbol kekuatan hati,
Yang terus bertahan dalam kesepian.
Setangkai mawar di taman sunyi,
Mengajarkan tentang ketabahan,
Bahwa keindahan bisa tumbuh,
Di tengah sepi yang tak berujung.

