Implementasi Kurikulum Merdeka di Setiap Jenjang

Implementasi Kurikulum Merdeka di Setiap Jenjang
Sumber: https://www.youtube.com (Kurikulum GTK)

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dirancang untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia berupa krisis pendidikan dan learning loss yang salah satunya di sebabkan oleh adanya pandemi Covid-19. Kurikulum ini dirancang mencakup semua jenjang pendidikan formal mulai dari PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga PKBM. Berikut adalah gambaran implementasi kurikulum merdeka di tiap jenjang dilansir dari Channel Youtube Kurikulum GTK: Kurikulum Merdeka Bagian 3.

 

Pembelajaran di PAUD

Pembelajaran menekankan pada kegiatan bermain dan belajar sebagai upaya membuat anak senang belajar, mulai mandiri dan menunjukkan perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan spiritual sesuai dengan tahapannya. Perbedaannya dengan kurikulum sebelumnya adalah bahwa Kurikulum Merdeka mengedepankan anak untuk berliterasi. Pada fase jenjang ini bukan mengajarkan anak untuk membaca tapi guru menggunakan buku bacaan sebagai basis untuk merancang beragam kegiatan yang membuat anak menyukai dunia bacaan.  Hal ini dapat dilakukan oleh guru dengan cara membacakan buku, bercerita, bermain drama dan melakukan permainan untuk mengeksplorasi tema yang ada dalam buku bacaan. Sebagai implikasi dari kegiatan tersebut adalah bahwa satuan pendidikan harus menyediakan buku bacaan yang menarik dan memantik keingin tahuan anak. Guru

 

SD/MI

Kurikulum Merdeka dirancang agar transisi berjalan mulus dengan pembelajaran di PAUD. Capaian Pembelajaran (CP) di awal kelas 1 tidak menuntut anak untuk bisa CALISTUNG. Hal ini dilakukan agar guru PAUD tidak terbebani untuk mengajarkan CALISTUNG pada peserta didik. Struktur kurikulum SD/MI tidak banyak berubah kecuali mata pelajaran IPA dan IPS yang digabung menjadi satu menjadi mata pelajaran IPAS. Tujuan dari peberisi kegiatan nggabungan ini salah satu nya adalah untuk mengurangi materi. Selain itu tujuan dari penggabungan dua mata pelajaran tersebut adalah untuk menekankan pemahaman tentang ilmu pengetahuan sebagai cara dalam melihat, mengeksplorasi alam, lingkungan, dan sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan lainnya adalah pembelajaran berbasis projek sebagai kegiatan kokurikuler. Pembelajaran berbasis projek ini merupakan kegiatan yang bersifat kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian problem atau pembuatan karya. Pembelajaran ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan karakter profil pelajar pancasila. Kurikulum Merdeka ini juga merubah orientasi dari dua mata pelajaran yaitu Pendidikan Olah Raga dan Kesenian. Orientasi dari kedua mata pelajaran ini lebih ke arah orientasi praktik tanpa banyak teori. Olah raga berisi kegiatan kebugaran. Sedangkan pelajaran seni berisi kegiatan berkarya untuk mengasah rasa seni. Oleh karena itu, tidak ada buku teks untuk kedua mata pelajaran ini. Perubahan selanjtnya yang ada pada jendang SD/MI adalah adanya mata pelajaran pilihan yaitu Bahasa Inggris. Mata pelajaran ini diterapkan pada satuan pendidikan yang sudah memeiliki tenaga pendidikan yang memadahi.

 

SMP/MTs

Yang menjadi perubahan utama pada jenjang ini dalah munculnya mata pelajaran informatika sebagai mata pelajaran wajib. Mata pelajaran informatika lebih menekankan pada kecakapan berpikir logis dan sistematis/berpikir komputasional. Mata pelajaran informatika tidak menekankan aspek teknis dari teknologi informasi. Sehingga mata pelajaran matematika tidak harus diampu oleh guru yang memiliki latar belakang informatika saja. Namun juga bisa diajarkan oleh guru berlatar belakang matematika ataupun IPA. Sebagai implikasi kebijakan ini adalah guru dengan latar belakang informatika, matematika, IPA perlu disiapkan untuk memahami Capaian Pembelajaran dan metode pembelajaran untuk mata pelajaran Informatika.

Seperti halnya pada jenjang SD maka mata pelajaran Pendidikan Olahraga dan seni pada jenjang SMP/MTs pun lebih diorientasikan pada orientasi praktik sehingga buku teks untuk peserta didik pada kedua mata pelajaran ini pun tidak ada. Untuk mata pelajaran seni, satuan pendidikan dapat memilih minimal satu cabang seni dari beberapa cagang seni yang ada.

 

SMA/MA

Pad jenjang ini, terjadi cukup banyak perubahan yang dibawa oleh Kurikulum Merdeka. Yang sangat menonjol di sini adalah tidak adanya peminatan IPA, IPS, dan Bahasa. Murid kelas X akan menerima pelajaran sama persis ketika mereka masih duduk di bangku SMP. Implikasi dari penerapan kurikulum merdeka pada jenjang ini adalah dikelompokkannya mata pelajaran IPA yang awalnya terpisah dalam satu mata pelajaran. Sebelumnya terdapat mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi saat ini digabungkan menjadi mata pelajaran IPA. Dalam pelaksanaannya satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengatur waktu pelaksanaan mata pelajaran IPA tersebut. Boleh dilaksanakan secara terintegrasi, secara paralel maupun menggunakan sistem blok secara bergantian. Di kelas XI dan XII, murid dapat memilih mata pelajaran peminatan minimal berasal dari dua kelompok mata pelajaran yaitu kempok mapel MIPA, IPS, Bahasa dan Budaya, serta vokasi dan prakarya sesuai dengan minat dan aspirasi kuliah atau karirnya.

 

SMK/MA

Pengembangan kurikulum pada jenjang ini bertujuan untuk menyiapkan siwa-siswi SMK agar siap dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus sekolah. Kurikulum dikembangkan dengan lebih fleksibel disesuaikan agar sekolah dapat melaksanakan pembelajaran menyesuaikan dengan kebutuhan duinia kerja. Untuk itu dunia industri/usaha dilibatkan secara aktif dalam pengembangan kurikulum mulai dari pemerintah pusat hingga implementasinya di sekolah.

Struktur kurikulum di SMK dirancang menjadi lebih sederhana dari sebelumnya. Dalam struktur kurikulum, mata pelajaran dikelompokkan menjadi 2 yaitu kelompok mapel umum dan kelompok mapel kejuruan dengan proporsi mapel kejuruan meningkat menjadi 70% dan mapel umum sebesar 30%.

Dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdapat tema wajib yang harus dilaksanakan di SMK yaitu tema kebekerjaan. Sedangkan PKL dilaksanakan oleh siswa selama 6 bulan di kelas XII untuk SMK program 3 tahun dan 10 bulan di kelas XIII bagi SMK program 4 tahun.

Kurikulum merdeka mendorong tercapainya kompetensi krusial untuk siswa-siswi SMK dan menyiapkan siswa-siswa SMK pada kehidupan selanjutnya yaitu memilih untuk melanjutkan kuliah, bekerja, atau berwirausaha.

 

PKBM

Kelompok Pemberdayaan dan Keterampilan mencakup keterampilan okupasional, fungsional, vocasional, sikap dan kepribadian profesian dan jiwa usaha mandiri. Struktur kurikulum pada jenjang ini dikelompokkan kedalam kelompok mata pelajaran umum, keterapilan dan pemberdayaan. Pada mata pelajaran pemberdayaan dilakukan dalam bentuk projek penguatan profil pelajar pancasila.

 

PENDIDIKAN KHUSUS

Capaian Pembelajaran pada pendidikan khusus dapat digunakan untuk semua peserta didik tanpa membedakan jenis diabilitasnya. Dengan kata lain 1 CP dipergunakan untuk semua ketunaan dengan beda pendekatan sesuai dengan jenis disabilitas siswa. CP ini dipergunakan untuk anak berkebutuhan khusus dengan penyerta dan hambatan intelektual. Sedangkan siswa berkebutuhan khusus yang tidak mengalami hambatan intelektual menggunakan CP yang sama dengan sekolah reguler dengan modifikasi kurikulum. Struktur berfokus pada life skill dan kemandirian. Pada kurikulum merdeka ini kebutuhan program kebutuhan khusus diperkuat menjadi berdiri sendiri sebagai mata pelajaran wajib di SD hingga SMA.