Angkatan XVII, Santri Pesantren Babussalam Batu Korong Resmi Sandang Gelar Lulusan

Angkatan XVII, Santri Pesantren Babussalam Batu Korong Resmi Sandang Gelar Lulusan
Momen pelepasan santri kelas XII Aliyah Pesantren Babussalam Batu Korong, Senin, 9 Juni, 2025.

Edusiana - Singkil (Senin/9/6/2025)

Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Pesantren Babussalam Batu Korong hari ini. Sebanyak 42 santri kelas XII Aliyah, secara resmi dilepas dalam sebuah acara pada hari Senin (9/6/2025) pagi, menandai berakhirnya pendidikan mereka di lembaga pendidikan Islam selama ini tempat mereka menuntut ilmu.

Acara pelepasan ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Pesantren Babussalam Batu Korong, Abuya Dr. Tgk. H. Abi Hasan, M.H., M.Ag., seorang ulama lulusan Pesantren Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan. Acara ini turut dihadiri oleh ketua RADAD Rabithah Alumni Dayah Darussalam kabupaten Aceh Singkil, Abuya H. Tajuddin, ketua DPRK Aceh Singkil, Bapak Amaliun, kepala Baitul Mal Aceh Singkil, Ustaz Syarifuddin,  S.Sos.I., M.Pd.I., tokoh masyarakat, para wali santri, serta para undangan.

Para santri tampak berseri-seri, siap menyongsong babak baru dalam hidup mereka setelah melewati berbagai tantangan dan pembelajaran intensif, mereka kini resmi menyandang gelar "Lulusan," sebuah penanda kesiapan mereka untuk melangkah lebih jauh.

Tak berhenti di sini, sebagian besar dari 42 lulusan ini telah mengukir jejak masa depan dengan merencanakan studi lanjut. Mereka akan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, STAISAR Syekh Abdurrauf Aceh Singkil, UTU Meulaboh, UNIMAL Lhokseumawe, dan perguruan tinggi lainnya. Menariknya, mayoritas mereka memilih STAISAR Syekh Abdurrauf Singkil sebagai tujuan pendidikan tinggi. Hal ini menunjukkan fokus dan minat yang kuat dalam bidang keagamaan dan keilmuan Islam yang telah mereka pupuk selama ini.

Adapun nama-nama santri kelas XII Aliyah yang resmi menyandang gelar kelulusan, dari santriwan adalah Sunardi, Sabri Ramadani, Aidil Syahputra, Masrinja, Supriandi, Rio Irawan, Jawahiruddin, Aldi, Salut, Aliyakim, dan Fauzan Ilhamdi.

Sementara dari santriwati, Memi Arfati Nasution, Nur Hawa, Rahima, Afriani, Nisa Tri Sandia, Winda Aulia, Risma, Epi Pohan, Mulyani, Alfi Lutfia, Rakina, Amelia, Eka Putri, Nur Hafizah, Mona, Ayu Nia, Nindi Aulia, Mariana, Dilla Maulida, Rahmawati, Fitriani, Juwita, Cut Mariana, Laila, Fadilla, Madu Astuti, Suryani, Aprilia, Winda Berutu, Ediliana, dan Milla.

Dalam sambutannya, Abuya menyampaikan pesan yang mendalam dan penuh harapan, mendoakan agar santri-santri yang lulus ini senantiasa menjadi anak yang mengabdi kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara. Sebuah pesan yang bukan hanya menjadi doa, tetapi juga amanah besar bagi para lulusan untuk senantiasa berkontribusi positif dimana pun mereka berada.

Abuya menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi umat Islam di beberapa daerah. "Saya prihatin terhadap kondisi umat Islam di daerah kita, tertinggal pembangunannya, tertinggal ilmu agamanya," ungkap beliau dengan nada prihatin.

Abuya menyoroti minimnya pemimpin spritual di beberapa wilayah, "Banyak yang melapor ke saya, "Abuya, di kampung kami tidak ada khatib, kampung kami tidak ada imam," tambahnya.

Abuya menekankan pentingnya para lulusan pesantren dalam menjaga dan mengembangkan syiar Islam. "Kalau kita biarkan ini terus menerus, Islam akan terkikis," tegas beliau, mengingatkan akan sangat pedulinya Abuya kepada agama, serta mengingatkan bahayanya jika tidak ada upaya nyata dari umat untuk mempertahankan nilai-nilai keagamaan.

Oleh karena itu, para lulusan Pesantren Babussalam Batu Korong diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan penerus perjuangan dakwah. Dengan bekal ilmu agama dan karakter yang kuat, mereka diharapkan mampu mengisi kekosongan spritual di masyarakat, menjadi imam, khatib, serta teladan bagi umat.

Acara ditutup  dengan doa, sebelumnya Abuya menyampaikan harapannya kepada ketua DPRK Aceh Singkil, "Jangan hanya fokus pada pembangunan infrastrukturnya saja," ujar beliau. "tapi sumber daya manusia (SDM) juga harus diperhatikan."

Kontributor Edusiana