Tumbuhkan Cinta Baca Buku, SDN 3 Sampang Adakan Wisata Literasi Ke Perpustakaan Widya Pustaka SDN I Jatinegara

Tumbuhkan Cinta Baca Buku, SDN 3 Sampang Adakan Wisata Literasi Ke Perpustakaan Widya Pustaka SDN I Jatinegara

Edusiana-Kebumen (24/4/2025) kunjungan siswa SDN 3 Sampang ke perpustakaan SDN 1 Jatinegara  sangat mengesankan. Aktivitas selama di perpustakaan “Widya Pustaka” benar-benar dirasakan sebagai wisata. Kunjungan yang dimulai pukul 9.30 -11.30 WIB dirasakan kurang oleh siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa.

Kegiatan di perpustakaan dimulai dengan melihat mading sekolah dan mengisi daftar pengunjung online perpustakaan yang dikembangkan oleh pengelola. Selanjutnya, pengelola menjelaskan serba-serbi yang ada di perpustakaan. Perpusatakaan “Widya Pustaka” SDN I Jatinegara memiliki buku fiksi sekitar 400 eksemplar. Dengan jumlah buku tersebut pengunjung sangat dimanjakan oleh berbagai jenis judul buku.” Ujar Vredy Nurochmat, S.I.Pust sebagai pengelola.

Dengan jumlah buku yang dimiliki siswa SDN 3 Sampang dapat membaca banyak buku dengan berbagai judul. Buku dengan tema petualangan menjadi primadona dikalangan siswa. Disela-sela kegiatan membaca siswa pun menulis berbagai hal yang menarik dari cerita yang dibaca. “Dengan buku sebanyak ini, saya semakin tertarik untuk membaca, rasanya pingin baca dan terus baca buku.” Ungkap Refita salah satu siswa pengunjung.

Suasana semakin seru saat Ka. Vredy Nurochmat, S.I.Pust mendongeng dengan trik dan gaya yang lucu. Semua siswa fokus mendengarkan cerita dalam dongeng yang diperdengarkan dengan intonasi yang tepat. Kali ini Ka. Vredy panggilan akrabnya membawakan dongeng yang berjudul "Pohon Luna". Menurut beliau dongeng dengan judul tersebut memiliki amanah “Ketika kita sudah tiada tinggalkan sesuatu yang bermanfaat buat banyak orang bukan sekedar nama dan tanda di batu nisan kita.” Ungkapnya.

Vredy Nurochmat, S.I.Pust menjelaskan bahwa mendongeng adalah salah satu metode literasi yang mudah dicerna oleh anak. Melalui dongeng daya imajinasi anak akan lebih berkembang. Lebih lanjut, dongeng juga dapat menjadi sarana pembentukan karakter anak.

Diakhir kunjungan Puwati, S.Pd.SD selaku guru pendamping mengungkapan harapannya semoga dengan wisata literasi ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa untuk membaca buku. Kolaborasi dengan instansi lain menjadi perlu untuk memberikan kecintaan baca buku pada siswa. “Tanggung jawab terhadap pendidikan merupakan tanggung jawab semesta yaitu sekolah, orang, serta masyarakat.” Ujarnya.