Tangisan Bintang di Langit Gelap
Di malam yang pekat,
ketika bayang-bayang bersatu dalam kegelapan,
kulihat bintang-bintang berkilauan,
menitipkan cerita dalam bisikan angin.
Di antara cahaya yang tersembunyi,
mereka menari dalam diam,
seperti tetesan air mata dari langit,
menyampaikan rasa yang tak terucapkan.
Satu persatu mereka jatuh,
seperti rindu yang terlepas dari genggaman,
mencari tempat untuk bersandar,
di pelukan malam yang sunyi.
Langit menjadi kanvas hitam,
menghimpun jejak-jejak cahaya yang pudar,
mengabadikan tangisan bintang,
yang terhanyut dalam gelombang kesepian.
Adakah bintang yang bersinar abadi,
di lautan gelap yang tak bertepi ini?
Atau hanya sisa-sisa cahaya,
yang perlahan tenggelam, di telan waktu?
Di setiap sudut malam,
aku merasakan tangisan mereka,
berbisik dalam kerinduan,
mengalir dalam bayang-bayang harapan.
Oh, bintang-bintang yang menangis,
apa yang kalian sembunyikan di balik sinar?
Apakah keperihan dari cinta yang tak sampai,
atau mimpi yang terhempas dalam ruang tanpa batas?
Biar aku menatapmu malam ini,
dalam diam, aku menyelami kisahmu,
bersama tangisanmu yang membingkai langit gelap,
kita berbagi luka, di bawah naungan semesta.

