Tak Lekang
Tak terasa hari-hari dalam bilangan bulan dan tahun akan segera menggenap
Menepati umur yang telah membingkai warna-warni cerita dikota cinta ini
Mutlak; engkau bukanlah sosok yang sengaja kupintakan
Seringnya ku mengetuk langit doa agar Dia sediakan satu jiwa sahaja
Walau mungkin tak sampai pikirku bisa saja orang itu kamu.
Telah sadar aku setiap detik yang kujalani dirusuk kota ini penuh dengan cemasmu
Entah karena kecerobohan ku sendiri atau memang jalan takdir sudah begitu
Tidak lama lagi aktivitas ini akan segera berakhir tapi tidak dengan cinta yang terlanjur ujur.
Kedekatan kita pada waktu hanya sejauh kedipan mata
Aku belum menyiapkan diri untuk jauh dari kekhawatiranmu
Belum juga membiasakan diri untuk merelakan jarak yang akan menjarah.
Malam ini, serasa didepan mata bagaimana kita akan berjauhan berjarak melawan nestapa.
Malam ini, cinta berbicara dengan sangat dalam dari kecewa yang pernah ada
Tiba-tiba saja aku merindu kita yang dulu
Selalu bahagia dengan perbincangan indah
Kau tau telah banyak rencana yang kususun
Tapi mungkin tiada tempat lagi bagiku bernaung lebih lama disini
Didekatmu, direlung hatimu, aku begitu merasa dekat dengan perpisahan
Rencana yang telah kurancang mungkin akan berganti dengan sosok yang lebih layak
Rasa takut kehilangan ini memuncak dan menyita senyumku sesaat.
Dapatkah nanti ku mendekapmu lagi? Masih adakah waktu itu?
Tetapi, mungkin ini waktunya yang tepat
Cinta telah kembali berbicara dengan bijak
Dengannya aku usahakan ikhlas, kelak tanpamu lagi
Aku tidak sedang merayu kembali dengan kenangan hanya agar dikasihi lagi
Tetapi janjimu sontak membuatku terjaga bahkan sebelum aku terlelap
Janji yang akan menjaga selama ku hidup ditanah ini
Lalu, bagaimana dengan cinta ditahun kesekian perjalinan kita?
Aku tidak menjamin akan mampu melupakan apalagi sampai mencintai lain hati lagi
Berilah sebuah pernyataan, walau hanya sebaris susunan kata
Bukan dalam bentuk janji untuk selalu setia tetapi sebuah syahadat
Yang mampu mengikat semangatku
Dengannya aku mengerti dan tidak terbata lagi
Jelaskan pada waktu, apakah harus setia menunggumu
Atau ikut berlalu menjadi masa depan yang hanya akan kau lalui tanpa persinggahan lagi

