Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka untuk SMK Tahun 2022
Sebagai tindak lanjut dari peluncuran Program Merdeka Belajar episode 15 yaitu Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, Direktorat SMK mengadakan sosialisasi tentang implementasi kurikulum tersebut pada SMK. Kegiatan sosialisasi teersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Maret 2022 mulai pukul 08.00 WIB secara online/live menggunakan platform youtube pada Channel Direktorat SMK – Kemdikbud.
Hadir sebagai pembicara pertama dalam kegiatan sosialisasi implementasi kurikulum Merdeka tersebut Bapak Wikan Sakarinto, Ph.D. (Dirjen Pendidikan Vokasi) yang menjelaskan tentang Konsep Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Menengah Kejuruan. Di akhir pemaparannya, Pak Wikan menyampaikan meski tidak mewajibkan namun beliau sangat mengharapkan bahwa seluruh SMK di Indonesia mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Sebagai materi sosialisasi yang kedua adalah Kebijakan Kurikulum yang dipaparkan oleh Bapak Drs. Zulfikri Anas, M.Ed. Dalam pemaparan tersebut Bapak Zulfikri menyampaikan bahwa perubahan kurikulum sekarang ini bukan sekedar perubahan administrasi atau perubahan biasa-biasa saja tetapi lebih ke perubahan mindset/pola pikir. Selain itu, kurikulum ini juga sebagai alat menjawab tantangan dalam kehidupan.
Melanjutkan pemaparan dalam sosialisasi tersebut, Dr. Yogi Anggraena, M. Si. (Koordinator Kurikulum, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP Kemendikbudristek) memaparkan materi tentang Kebijakan Kurikulum Merdeka. Pemaparan kali ini membahas lebih detil tentang Kurikulum Merdeka. Diantaranya adalah tentang Struktur Kurikulum alokasi Waktu Mata Pembelajaran. Dipaparkan juga tentang pelaksanaan Projek Pedidikan Profil Pelajar Pancasila. Dalam pemaparan tersebut disampaikan bahwa untuk pelaksanaan program P5BK. Meski dalam strutur kurikulum tertulis seolah setiap mata pelajaran memiliki waktu untuk menyampaikan P55BK, namun pelaksanaan program P5BK bisa dilakukan dengan fleksibel. Alokasi yang ada dalam tiap mata pelajaran boleh dikolaborasikan dengan guru lain. Pemeintah telah menyediakan 7 tema yang 2 diantaranya harus dipilih dan untuk digunakan dalam proses pelaksanaan P5BK dan juga satu tema wajib yaitu Kebekerjaan.
Sebagai pemapar materi yang terakhir adalah Dr. rer. nat. Maimun Rizal, ST., M. Sc. (Sub koordinator Transformasi Digital Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus) tentang Tatacara Pendaftaran Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri. Kemendikbud ristek belum mewajibkan bagi SMK untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tahun ini. Namun pihaknya sangat menganjurkan SMK untuk mengimplementasi Kurikulum Merdeka dan segera melakukan pendaftaran melalui jalur mandiri melalui link yang telah disediakan tanpa ada unsur paksaan. Hal ini termasuk ketika suatu satuan pendidikan hendak mengimplementasikan kurikulum merdeka ini, satuan pendidikan dapat memilih 1 dari 3 opsi implementasi kurikulum merdeka di yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.
<Mada>

