KEREN (KONTEN RELIGI INOVATIF) UNTUK GENERASI HEBAT DAN TAAT
EDUSIANA- Depok (Senin/28 Oktober 2024) Dalam era desentralisasi seperti saat ini, dimana sektor pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. Dengan diberikannya hak otonom yang lebih besar, artinya sekolah memiliki kewenangan dalam mengelola sekolah, sehingga sekolah akan lebih mandiri. Melalui kemandirian sekolah, maka sekolah sangat dituntut untuk lebih mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimilikinya.
Diantara salah satu karakteristik program sekolah unggul adalah adanya sinergitas sekolah dan masyarakat yang positif, terlebih pemimpin sebagai figur pengendali jalannya program sekolah haruslah bersinergi dengan masyarakat untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa ada tiga hal pokok yang akan menjadi acuan untuk menggapai visi Indonesia Emas 2045 yaitu: Pertama adalah stabilitas bangsa dan negara. Kedua, keberlanjutan dan kesinambungan dalam memimpin. Yang ketiga adalah sumber daya manusia (SDM).
Dalam meningkatkan sumber daya manusia pemimpin harus memiliki strategi yang baik sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien. Era globalisasi saat ini menyebabkan dunia seperti tidak ada batasnya karena kemudahan dalam komunikasi dan penyebaran informasi. bahkan Interaksi yang sering dilakukan di era sekarang melalui media sosial memberikan dampak perubahan ditengah-tengah masyarakat ke arah yang negatif dengan munculnya konten-konten yang tidak mendidik dan produktif. terlebih pemimpin memiliki peran sentral untuk melakukan perubahan di masyarakatnya mengawal kemajuan zaman yang semakin kompleks, maka masyarakatpun harus dinamis dan juga berkembang dengan mengikuti perkembangan yang ada tanpa meninggalkan ajaran agama karena lingkungan masyarakat merupakan salah satu komponen penting yang menjadi tempat anak-anak dalam mendapatkan pendidikan. sebagaimana dalam tri pusat pendidikan yaitu: keluarga, sekolah, dan masyarakat. sehingga butuh sinergitas antar lingkungan pendidikan yang ada.
Dalam pemikiran Abdel Rahman Al-Nahlawi masih sangat relevan di dalam dunia pendidikan era modern saat ini, bahwa sinergitas lingkungan pendidikan itu sangatlah diharapkan dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut.
Pertama, sinergi antara keluarga dan sekolah harus menjadi partner dalam memberikan pendidikan agama kepada peserta didik. Kedua, sinergi antara keluarga dan masyarakat terhadap tumbuh kembang anak di luar rumah. Pendidikan yang diberikan keluarga harus bisa menjadi modal utama ketika anak bergaul di lingkungan masyarakat. Terlebih di era disrupsi ini pengaruh eksternal keluarga bisa memberikan dampak postif dan negatif. Ketiga, sinergi sekolah dan masyarakat yang harus bisa menjadi partner sebagai pemenuhan pendidikan anak dalam tumbuh kembangnya. untuk menunjang mutu pendidikan yang dibarengi kemajuan teknologi yang semakin masif seperti penggunaan internet diberbagai jenis jejaring sosial yang biasa digunakan, antara lain Whatsapp, Tiktok, Twitter, Youtube dan Instagram. Media sosial tidak hanya digunakan untuk berbagi informasi, banyak yang menggunakannya sebagai hiburan, media inspirasi, membagikan cerita, dan media tempat belajar.

Berikut ini data penggunaan media sosial tahun 2024 menurut databoks.katadata.co.id.7:
53.80% You Tube
47.30% Instagram
45.90% Facebook
45.20% Whatsapp
34.70% Tiktok
Berdasarkan diagram di atas, you tube memiliki jumlah pengguna tertinggi yaitu sekitar 53.8%. Oleh karena itu salah satu bentuk usaha sebagai pemimpin untuk membentuk generasi hebat dan taat, dibuatlah konten religi inovatif (keren) yang akan disiarkan melalui platform you tube. Dengan adanya konten yang dibuat bernuansa islami dikemas secara kreatif dan inovatif tersebut diharapkan dapat memberikan kesadaran diri terhadap agama, termotivasi untuk meningkatkan intensitas ibadah, mendapatkan ketenangan jiwa, dan refleksi diri.
Oleh Kamaludin, S.Pd.,M.Pd. (Penggiat Dakwah dan Pendidikan)

