RAHASIA ANGIN MALAM

RAHASIA ANGIN MALAM

Gelap malam,

Tak ada suara dan senyap hanya tarian daun-daun

Dari tiupan angin yang berhembus

Atap rumah berdesir

Sampai menjatuhkan buah kemiri di atas genting

Meski terkadang ada suara burung malam memecah keheningan

Purnama masih saja tergurat indah

Begitu terang hingga ikan laut pun malu untuk menyembul keluar

Ada yang duduk sendiri di teras rumah

Sambil sesekali memukul tangan dan badannya yang meronta karena ulah serampang

Sedih, kesepian dan merana terlihat digurat wajahnya

Rupanya dia sedang menunggu kekasihnya

Yang lama tak kunjung bersua

Bunga ilalang beterbangan dalam batinnya

Menunggu pujaan hati yang jauh di negeri seberang

Rindu pada suara dan dekapannya

Sedang apa dia di sana?

Pertanyaan yang ingin diketahuinya

Apakah sama perasaannya seperti yang kurasakan

Hanya bisa termenung dan membayangkan

Berputar-putar dalam lamunan

Oh angin malam, biar tetap jadi rahasia

Rinduku padanya