Pelangi Medsos

Pelangi Medsos

Kita bangsa Indonesia sedang berada di zaman now. Zaman yang tidak ada sekat antar budaya. Zaman yang menghendaki setiap individu mampu mengendalikan perkembangan Iptek dan era digital. Era digital dan perkembangan teknologi sebaiknya berbarengan dengan upaya peningkatan iman dan takwa (Imtaq). Sangat menguntungkan apabila pesatnya perkembangan Iptek dibarengi dengan Imtaq. Warganegara, katakanlah penduduk perlu menempa diri, menguasai ilmu dan memperkuat akidah. Harapan ke depan kemajuan era digital dipublikasikan dan dikuasai oleh orang yang berakhlak dan beradab.

Miris menyusuri lorong kehidupan saat ini. Mungkinkah karena tuntutan ekonomi sehingga ada segelintir oknum menghalalkan segala cara untuk memperoleh kesenangan meskipun tindakan itu dikategorikan sebagai pelanggaran hukum (pidana atau perdata). Ada yang cerdas menggunakan ponsel untuk tindak penipuan dan pemerasan. Pelaku bukan hanya kekurangan dana tapi karena mengejar kesenangan dan kemewahan. Intinya nafsu untuk kesenangan dunia sehingga lupa akan akhirat (mati). Medsos yang tentunya dikenali dari kalangan tua (bahkan anak yang baru berusia 3 tahun sudah pegang Hp).

Apakah itu mampu memberi edukasi? Pertemanan di Facebook banyak menemukan PHP, kelebihan ilmu tata bahasa dimanfaatkan untuk merayu. Menggunakan foto pejabat, bahkan ada yang meng-hack akun pejabat atau orang terkenal, lalu akun itu dipakai posting jorok dan menipu teman (wanita yang diiming-iming akan dikirimi sesuatu berupa materi). Banyak pengguna medsos memanfaatkan FB, WA untuk menipu berarti pengguna akun ini palsu, ini yang viral dengan sebutan PHP. Seorang yang berpangkat, punya harga diri tidak akan mungkin menjual nama untuk menipu.

Ciri-ciri tindak penipuan:

  1. Memakai akun FB polisi atau pejabat
  2. Awal dikomfer beri salam
  3. Tanya mana suami bukan menanggapi status di FB
  4. Dahului VC... biasa dia tidak Lalu menelepon ulang itu kamera sudah diatur (double)
  5. Kalau VC coba bertanya amati gerakan mulutnya tidak sesuai kata yang diucapkan 
  6. Merayu, blokir saja. Kalau diturutkan maka itulah yang akan dijadikan bumerang untuk tindak pemerasan

Contoh akun saya di-hack, biasa dipakai meminta transferan Rp 1 juta dengan janji akan dikirimi Hp. Jangan turutkan, ini akun baru yang mengambil foto saya. Perhatikan Bionarasi yang ada di beranda. Saya tidak pernah kuliah di Jakarta, asli orang Pinrang bukan Bantaeng.

Opini ini di kutip dari buku Kristal Cinta, Karya Sitti Dahlia Aziz