Ketika Hujan Bercerita

Ketika Hujan Bercerita
sumber gambar : www.pinterest.com/

Tentu! Berikut adalah puisi dengan judul **"Ketika Hujan Bercerita"**:

Ketika hujan turun dari langit kelabu,
Menyapa bumi dengan denting rintik lembut,
Ada cerita yang dibisikkannya,
Kisah-kisah yang hanya hujan yang tahu.

Di antara gemuruh dan gerimis yang jatuh,
Hujan menyanyikan lagu lamanya,
Tentang cinta yang hilang dan rindu yang tersembunyi,
Mengalir bersama arus yang tak terhenti.

Setiap tetes adalah kata yang belum terucap,
Menyentuh dedaunan dengan pelukan basah,
Mengisi udara dengan aroma nostalgia,
Membawa kenangan yang jauh dari masa lalu.

Hujan bercerita tentang hari-hari yang telah berlalu,
Tentang jejak langkah yang tertinggal di jalan basah,
Tentang senyum yang menyelinap di balik tirai hujan,
Dan mata yang berkilau dalam bayangan.

Ia bercerita tentang mimpi-mimpi yang tumbuh,
Seperti benih yang disirami oleh air kehidupan,
Tentang harapan yang berakar dalam hati,
Berkembang meski di bawah langit yang menangis.

Hujan juga bercerita tentang kehilangan,
Tentang air mata yang tumpah tanpa suara,
Menjadi sungai kecil yang mengalir tanpa arah,
Mencari tempat untuk berlabuh dan beristirahat.

Ketika hujan berbicara, dunia terdiam,
Menjadi pendengar setia dari setiap kisahnya,
Membiarkan dirinya terbungkus dalam pelukan hujan,
Meresapi setiap bisikan dalam keheningan yang abadi.

Dan saat hujan akhirnya reda,
Ia meninggalkan pesan dalam setiap genangan,
Bahwa dalam setiap tetes, ada cerita yang menanti,
Untuk didengar oleh hati yang peka dan tenang.

---

Puisi ini menggambarkan hujan sebagai pembawa cerita, menyampaikan berbagai emosi dan kenangan melalui rintikannya. Dengan suasana yang melankolis dan reflektif, hujan menjadi medium untuk meresapi kehidupan dan merenungkan makna di balik setiap tetesnya.