Aspek Pendorong Kemajuan Peradaban Islam di Dunia

Aspek Pendorong Kemajuan Peradaban Islam di Dunia

Bangun atau jatuhnya sebuah peradaban itu ditentukan oleh maju atau mundur pemikiran manusia-Nya, begitu pula dengan kemajuan peradaban Islam. Peradaban Islam mengalami masa kejayaan dan kemajuan di berbagai bidang pada abad pertengahan. Zaman kejayaan ini dimulai pada Kekhalifahan Umayyah (Bani Umayyah) yang memerintah sejak tahun 661 M dan mencapai puncaknya pada periode kekhalifahan Abbasiyah (Bani Abbasiyah).

Ketika Dinasti Umayyah berkuasa, perkembangan islam ditandai dengan meluasnya wilayah kekuasaan Islam dan berdirinya bangunan-bangunan sebagai pusat dakwah Islam. Sementara pada kekhalifahan Dinasti Abbasiyah, peradaban islam mengalami kemajuan luar biasa di bidang ilmu pengetahuan. Pada masa itu, para filsuf, ilmuwan, dan insyinyur dari dunia islam ikut andil dalam perkembangan teknologi dan kebudayaan khususnya ke Barat dan Timur yang membuat pengaruh sangat besar bagi peradaban dunia. Berbagai bukti kemajuan peradaban Islam kala itu, beberapa diantaranya yaitu:

1. Keberadaan perpustakaan Islam dan lembaga-lembaga kellmuwan seperti Baitul Hikmah, Masjid Al-Azhar, dan lain sebagainnya 

2. Penemuan-penemuan intelektual yang dapat mengubah budaya dan tradisi umat manusia, seperti penemuan kertas, karpet, penyebutan hari-hari, kalender Islam, seni arsitektur dan tata perkotaan

3. Adanya rumah sakit dan panti asuhan untuk anak yatim

Kemajuan peradaban Islam tidak mungkin bisa berkembang pesat dan berpengaruh pada dunia tanpa adanya faktor-faktor pendorongnya, Dilansir dari widyawicara.com adapun faktor-faktor pendorongnya yakni:

1. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa lain. Keberhasilan penyebaran Islam, di berbagai wilayah baru telah mengenalkan Islam pada kebudayaan baru yang mendorong lahirnya ilmu pengetahuan. Contoh, asimilasi dengan India berpengaruh pada bidang kedokteran, matematika, dan astronomi. Sementara asimilasi dengan bangsa Persia berpengaruh di bidang pemerintahan.

2. Kemajemukan dalam pemerintahan dan politik yang membuat Dinasti Abbasiyah meninggalkan corak Umayyah yang ke-arab-araban dengan menerapkan sistem administrasi pemerintahan Persia dalam struktur pemerintahan.

3. Stabilitas politik dan ekonomi yang dimanfaatkan untuk membangun sektor sosial dan pendidikan

4. Maraknya gerakan penerjemah yang membantu penyebaran ilmu pengetahuan, filsafat, dan kedokteran

5. Tingginya semangat belajar dan menggali ilmu pengetahuan.

Terkadang kita berpikir bahwa kemajuan sains dan teknologi serta kemajuan duniawi lainnya lah yang menjadi poros utama peradaban dunia. Namun perlu kita sadari, justru sains dan teknologi yang sekarang ini hanyalah "buah" dari hasil peradaban islam itu sendiri. Tak bisa dibayangkan jika Islam tidak mengalami kemajuan dalam berbagai bidang, mungkin sekarang kita sudah sangat jauh tertinggal dalam bidang apapun. Islam telah menghantarkan kemajuan berpikir umat manusia sehingga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam peradaban dunia.

Source: https://widyawicara.com/article/faktor-faktor-pendorong-kemajuan-peradaban-islam-pada-abad-pertengahan

(Suliyah)