Bayang Senja di Pelabuhan
Di ujung hari yang mulai redup,
Senja menghamparkan selimutnya di pelabuhan,
Cahaya keemasan memeluk bayang-bayang,
Mengukir siluet di atas air yang tenang.
Perahu-perahu terayun lembut,
Ditelan oleh langit yang merona,
Bayang-bayang mereka menari di atas permukaan,
Bersatu dengan riak yang perlahan sirna.
Debur ombak bersenandung lirih,
Mengiringi langkah-langkah yang tenang,
Di dermaga yang penuh cerita,
Tentang perpisahan dan pertemuan yang abadi.
Langit dan laut bercumbu dalam harmoni,
Menyisakan kenangan yang tak lekang oleh waktu,
Bayang senja menjadi saksi bisu,
Dari rindu yang mengalun di antara riuh pelabuhan.
Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat,
Membawa pergi cahaya dengan penuh keanggunan,
Namun bayang senja tetap tinggal,
Menghiasi malam dengan keindahan yang tak terucap.
Di pelabuhan ini, senja menulis puisi,
Tentang cinta dan harapan yang tak pernah pudar,
Bayang senja, kau adalah lukisan alam,
Mengajarkan tentang keindahan dalam kesederhanaan.

