Babussalam Batu Korong: Pesantren Pertama di Aceh yang Mengintegrasikan Ilmu Falakiyah dalam Kurikulum
Edusiana - Singkil (Selasa/11 Maret 2025) Pesantren Babussalam Batu Korong adalah sebuah institusi pendidikan Islam yang berlokasi di Batu Korong, kecamatan Simpang Kanan, kabupaten Aceh Singkil. Pesantren ini memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Aceh. Pesantren ini didirikan oleh seorang ulama besar Aceh, Abuya Teungku Baihaqi (1932-2015 M), yang merupakan salah seorang murid Abuya Muda Wali Al-Khalidi, seorang ulama besar Aceh. Setelah Abuya Baihaqi wafat, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh putra beliau, Abuya Dr. Abi Hasan.
Namun, apa yang membuat Pesantren Babussalam Batu Korong unik adalah integrasi ilmu Falakiyah dalam kurikulumnya.
Ilmu Falakiyah adalah ilmu yang mempelajari tentang pergerakan benda-benda langit, seperti matahari, bulan dan bintang-bintang. Ilmu ini sangat penting dalam Islam karena digunakan untuk menentukan waktu shalat, puasa dan hari raya. Namun, ilmu Falakiyah juga memiliki aplikasi yang luas dalam bidang sains dan teknologi.
Pesantren Babussalam Batu Korong telah lama mengintegrasikan ilmu Falakiyah dalam kurikulumnya. Ilmu ini diajarkan sebagai mata pelajaran wajib bagi santri kelas Aliyah. Guru yang mengajarkan ilmu Falakiyah di Pesantren ini adalah yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang tersebut, terutama dari lulusan timur tengah.
Integrasi ilmu Falakiyah dalam kurikulum Pesantren Babussalam Batu Korong memiliki beberapa manfaat, antara lain:
• Meningkatkan kemampuan santri dalam memahami konsep-konsrp sains dan teknologi.
• Meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya ilmu Falakiyah dalam Islam.
• Meningkatkan kemampuan santri dalam menerapkan ilmu Falakiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan integrasi ilmu Falakiyah dalam kurikulumnya, diharapkan Pesantren Babussalam Batu Korong dapat mencetak generasi Muslim yang cerdas, berwawasan dan memiliki kemampuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Pesantren Babussalam dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan ilmu Falakiyah dalam kurikulumnya.
Kontributor Edusiana:
Ust. Sayuti Is. S.Sos

