Apa Itu Cinta.?

Apa Itu Cinta.?

APA ITU CINTA.?


Berbicara tentang cinta memang tidak ada habisnya, terlebih cinta kepada Alloh dan Rosulnya, banyak sekali sesorang mendefinisikan makna cinta setelah dia pernah merasakannya, maka, jatuh cintalah… agar kita tau makna cinta yang sesungguhnya…
Cinta memang sangat mudah di ucapkan, tapi tidak semua orang memahami makna cinta yang dilontarkan. Mengekspresikan cinta bukan hanya melalui perkataan tapi juga melalui sikap dan perbuatan.
Suatu ketika Jalaludin Rumi Pernah ditanya oleh sesorang tentang apa itu cinta.?
Lalu ia menjawab: 
“Jangan kau bertanya tentang makna cinta jika kau sudah menjadi sepertiku, maka kau akan tau sendiri apa itu cinta. Sekalipun cinta telah ku uraikan dan ku jelaskan panjang lebar, namun jika cinta ku datangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Maskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang, namun tanpa lidah, ternyata cinta lebih terang, sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya, kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai pada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya. Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur hina. Cinta sendirilah yang akan menerangkan cinta, dan percintaan.”
Sesorang tidak akan pernah mengerti apa itu cinta ketika ia belum pernah mengalaminya, karena cinta terdapat beragam persepsi dan definisi dimana masing-masing berusaha untuk menyibak dan menguak tabir misteri cinta.
Ada juga bertanya kepada Rabi’ah Al-adawiyah mengenai apa itu cinta.?
Rabiah pun menjawab: “Sangat sulit menjelaskan apa hakikat cinta itu, ia hanya memperlihatkan kerinduan gambaran perasaan. Hanya orang yang merasakannya yang dapat mengetahuinya. Bagaimana mungkin engkau dapat menggambarkan sesuatu yang engkau sendiri begai telah hilang dari hadapannya, walaupun wujudmu masih ada karena hatimu yang gembira telah membuat lidahmu bungkam.?”
Al-Junaid pernah ditanya tetang apa itu cinta.? Lalu ia menjawabnya: “Cinta adalah masuknya sifat-sifat kekasih kepada sifat-sifat yang mencintainya.” Artinya, orang-orang yang mencintainya selalu memuji pada yang dicintai, sehingga orang yang mencintai tenggelam dalam ingatan sifat-sifat yang dicintainya dan melupakan sifat-sifat dirinya dan perasaanyan pada sifat-sifat yang dimilikinya.
Ada yang mengatakan ”Cinta itu ketika kamu berada didekatnya kamu akan merasakan senang. Mana kala kesenanagnnya terus bertambah berarti rasa cintanya sangat dalam. 
“Kesenangan MATA berada Pada PANDANGAN”
"Kesenangan TELINGA berada pada PENDENGARAN"
"Kesenangan PENCIUMAN berada pada WEWANGIAN."
Begitulah setiap indra pasti mempunyai selera masing-masing terhadap sesuatu yang ia senangi. 
Cinta merupakan santapan hati, makanan ruh dan kesenangannya, sehingga orang-orang yang tidak memiliki cinta sepertihalnya berada ditengah lautan yang gelap gulita, seperti yang telah dikatakan oleh: Sayyidina ali kepada putranya:
“Orang yang kesepian adalah orang yang tidak memiliki kekasih hati.” Perkataan diatas memberitahukan kepada kita semua bahwa, hidup ini tidak akan sempurna apabila dalam hati setiap manusia tidak ada rasa cinta. Karena dengan cinta manusia akan memiliki kepribadian yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari  serta membrikan kehidupan bagi orang yang ada disekitarnya.  
Buya Hamka pernah mengatakan tentang apa itu cinta.? 
“Baginya, Cinta bukan mengajarkan kita lemah, namun membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajarkan menghinakan diri, namun menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, namun membangkitkan semangat."
Dijelaskan cinta dalam segi bahasa kata al-hubb daiartikan sebagai kecendurungan terhadap sesuatu yang melezatkan. Dikatakan pula cinta itu tiang karena cinta menanggung kesenanagan dan penderitaan. Dikatan cinta berawal dengan tipuan dan berakhir dengan kematian.
Harits Al-Nuhasibi berkata: "Cinta itu rasa kecendrunganmu kepada sesuatu secara keseluruhan, kemudian kamu lebih mementingkan cinta itu daripada dirimu sendiri, jiwamu, hartamu, kemudian kesetiaanmu padanya, baik ketika berada ditempat sunyi atau ditempat terbuka, kemudian ia memberitahukan kepadamu tentang keteledoran cintamu.”
Begitu banyak seseorang mendefinisakan cinta dengan definisi yang berbeda-beda. Akan tetapi, cinta kepada ilahi merupakan puncak cinta yang paling tinggi dan didambakan oleh setiap manusiawi dalam kehidupannya, dan ini merupakan cinta yang suci, cinta tanpa ada embel-embel, dan tulus dari dasar hati. Cinta yang ikhlas kepada ilahi akan menjadikan tunduk, patuh dan ridha atas segala sesuatu yang ia kehendaki. Cinta  kepada ilahi robbi akan membuat manusia tenang dan sabar. Abul Hasan Samnun  bin Hamzah Al Khawwash Mengatakan: 
“Orang-orang yang mencintai Alloh telah pergi dengan kemuliaan dunia akhirat.” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabdan. 
(اَلمَرْءُ مَعَ مَن أَحَبَّ )
“Manusia itu bersama orang yang dicintainya.” 
Kholifah Pertama Abu Bakar Ash-Shiddiq Pernah berkata: 
“Barang Siapa merasakan cinta yang murni kepada Alloh dan Rosulnya, ia menjadi lalai akan mencari dunia dan menjadi gelisah terhadap manusia”
Disebutkan dalam sebuah riwayat yang masyhur, Bahwa Nabi Ibrahim pernah berkata kepada malaikat maut dikala itu datang menemui beliau untuk mencabut nyawanya, Kemudian Naba Ibrahim Berkata: wahai Malaikat Maut Apakah Kamu pernah Tau  seseorang kekasih mematikan kekasihnya.? 
Kemudaian Malaikat Maut Bingung Akan perkataan yang dilontarkan nabi Ibrahim, kemudian malaikat maut menyampaikan protes nabi Ibrahim. Alloh ta’ala lalu mewahyukan kepada nabi Ibrahim dan berfirman: Pernahkah engkau melihat seorang kekasih tidak suka bertemu dengan kekasihnya.?” Lalu nabi Ibrahim berkata “ Wahai Malaikat Maut , Sekarang ambillah nyawaku”. 


Pamekasan 22 Desember 2023 M
@almahbubl